PENGARUH KONSUMSI EKSTRAK ANTOSIANIN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) TERHADAP GLUKOSA DARAH, STATUS ANTIOKSIDAN DARAH, DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGIS PANKREAS TIKUS HIPERGLIKEMIA INDUKSI ALOKSAN
Ervika Rahayu Novita Herawati, Prof. Dr. Umar Santoso, M.Sc.
2013 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi PanganUbi jalar ungu diketahui memiliki kandungan senyawa antioksidan, yaitu antosianin dalam jumlah yang tinggi. Antioksidan berperan dalam menekan terjadinya stress oksidatif dalam tubuh akibat kondisi hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak antosianin ubi jalar ungu terhadap glukosa darah, status antioksidan darah, dan gambaran histopatologis pankreas pada tikus hiperglikemia induksi aloksan. Bahan yang digunakan adalah ubi jalar ungu lokal dari Bantul. Subyek percobaan adalah 24 ekor tikus yang dibagi dalam 4 (empat) kelompok, yaitu: (i) tikus sehat, (ii) tikus hiperglikemia tanpa ekstrak antosianin, (iii) tikus hiperglikemia dengan ekstrak antosianin dosis 50 mg/kg, dan (iv) tikus hiperglikemia dengan ekstrak antosianin dosis 100 mg/kg. Penepungan ubi jalar ungu dilakukan terlebih dahulu, dilanjutkan ekstraksi antosianin menggunakan pelarut etanol asam sitrat 3%. Ekstrak antosianin diberikan selama 5 minggu. Selanjutnya dilakukan analisa meliputi: (i) glukosa darah, (ii) status antioksidan darah yang digambarkan dengan kapasitas total antioksidan menggunakan metode Ferric Reducing Ability of Plasma (FRAP) dan produk oksidasi lipid yang berupa malondialdehid (MDA), (iii) analisa histopatologis pankreas, dan (iv) perubahan berat badan serta konsumsi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ekstraksi yang dilakukan menghasilkan ekstrak dengan kandungan antosianin sebesar 8,31 mg/g ekstrak dan memiliki aktivitas antioksidan untuk penangkapan radikal bebas DPPH sebesar 79,61%. Hasil pengujian in-vivo menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak antosianin mampu menurunkan glukosa darah, meningkatkan status antioksidan darah dengan peningkatan nilai FRAP dan penurunan kadar MDA, dan menghambat kerusakan sel β pankreas. Adapun kadar glukosa darah, FRAP, MDA yaitu 126 mg/dl; 872,32 μmol/l; 3,52 mmol/l untuk kelompok tikus dengan ekstrak antosianin 50 mg/kg, dan 117 mg/dl; 972,03 μmol/l; 2,78 mmol/l untuk kelompok tikus dengan ekstrak antosianin 100 mg/kg. Pemberian ekstrak antosianin dosis 50 mg/kg mampu menurunkan tingkat vakuolisasi sel β pankreas, sedangkan pada kelompok tikus yang diberi ekstrak antosianin 100 mg/kg tidak terjadi nekrosis pada sel β pankreas dan kondisi ini sama seperti pada kelompok tikus sehat. Pemberian ekstrak antosianin dapat meningkatkan berat badan dan tidak mempengaruhi konsumsi pakan. Pemberian ekstrak antosianin dosis 100 mg/kg selama 35 hari lebih efektif dalam mengatasi kondisi hiperglikemia karena mampu meningkatkan kapasitas total antioksidan dan menghambat kematian sel β pankreas dengan kondisi yang sama dengan kelompok sehat.
Purple sweet potatoes are known to contain antioxidant compounds, i.e. anthocyanins in high quantities. Antioxidants play a role in suppressing oxidative stress in the body due to the condition of hyperglycemia. This research aims to study the consumption effect of anthocyanin extract from purple sweet potatoes on blood glucose level, blood antioxidant status, and pancreatic histhopathologic of alloxan induced diabetic rats. The raw materials used in this research are local purple sweet potatoes obtained from Bantul. The subject of the experiments are 24 rats which has been classified into (4) four groups as follows: (i) healthy rats, (ii) hyperglycemia rats with no anthocyanin treatment, (iii) hyperglycemia rats treated with anthocyanin extract at a dose of 50 mg/kg, and (iv) hyperglycemia rats treated with anthocyanin extractat a dose of 100 mg/kg. The purple sweet potatoes are turned into powder, followed by extraction of anthocyanin using ethanol-citric acid 3% solvent. Anthocyanin extract was given during 35 days. In vivo analysis then carried out, which consist of: (i) blood glucose, (ii) blood antioxidant status represented by total antioxidant capacity using Ferric Reducing Ability of Plasma (FRAP) method and lipid oxidation product in the form of malondialdehid (MDA), (iii) pancreatic histopathological (iv) changes of body weight and feed comsumption. The results of experiments shows that the extraction process produces the extract containing 8,31 mg/g anthocyanin and have an antioxidant activity for capturing free radical activity equal to 79.61% by DPPH assay. In vivo testing results indicate that the consumption of anthocyanin extracts either dose of 50 mg/kg or 100 mg/kg lowered blood glucose level, increased blood antioxidant status with increased of FRAP value and decreased of MDA, and inhibited pancreatic β cell damage. After 35 days, the value of blood glucose, FRAP, MDA are 126 mg/dl; 872.32μmol/l, 3.52 mmol/l for anthocyanin extract at a dose of 50 mg/kg, and 117 mg/dl; and 972.03 μmol/l, 2.78 mmol/l for anthocyanin extract at a dose of 100 mg/kg. Anthocyanin extract at a dose of 50 mg/kg reduced the level of cell vacuolation, while in the group of rats fed the anthocyanin extract of 100 mg/kg, necrosis of pancreatic β cells did not occur and this condition is similar to the group of healthy rats. Anthocyanin extract increased the body weight but did not affect feed intake. Anthocyanin extract at a dose of 100 mg/kg given for 35 days is more effective in treating the hyperglycemia condition because it can increase total antioxidant capacity and inhibit pancreatic β cell death under the same conditions as the healthy group.
Kata Kunci : ubi jalar ungu, hiperglikemia, antosianin, glukosa darah, status antioksidan, histopatologis pankreas