PENJUALAN DI BAWAH TANGAN ATAS OBJEK HAK TANGGUNGAN SEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN KREDIT MACET PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk. CABANG CIK DI TIRO YOGYAKARTA
Rizky Septiana Widyaningtyas, Ninik Darmini, S.H., M.Hum.
2013 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian berjudul “Penjualan di Bawah Tangan atas Objek Hak Tanggungan sebagai Upaya Penyelesaian Kredit Macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Cik Di Tiro Yogyakarta†bertujuan untuk mengetahui alasan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Cik Di Tiro Yogyakarta memilih penjualan objek Hak Tanggungan secara di bawah tangan sebagai upaya penyelesaian kredit produktif macet, penyelesaian kredit macet melalui penjualan objek Hak Tanggungan secara di bawah tangan yang dilakukan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Cik Di Tiro Yogyakarta serta kendala yang dihadapi oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Cik Di Tiro Yogyakarta dalam melaksanakan penyelesaian kredit macet melalui penjualan objek Hak Tanggungan secara di bawah tangan. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris, yang mengkaji tentang efektifitas hukum, khususnya yang berkaitan dengan eksekusi Hak Tanggungan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dan penelitian lapangan untuk memperoleh data primer. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dengan seleksi data, mengelompokkan data, mensistematisir data, menghubunghubungkan data dengan norma dan asas, sehingga diperoleh gambaran yang jelas berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Alasan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Cik Di Tiro Yogyakarta memilih penjualan objek Hak Tanggungan secara di bawah tangan sebagai upaya penyelesaian kredit produktif macet karena memberikan keuntungan-keuntungan kepada nasabah debitur maupun bank. 2. Penyelesaian kredit produktif macet melalui penjualan objek Hak Tanggungan secara di bawah tangan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Cik Di Tiro Yogyakarta belum sepenuhnya melaksanakan persyaratan yang diatur dalam Pasal 20 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda -Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah dalam melakukan penjualan objek Hak Tanggungan secara di bawah tangan karena pengumuman melalui surat kabar atau media massa lainnya (televisi atau radio) mengenai rencana penjualan secara di bawah tangan terhadap objek Hak Tanggungan tidak dilakukan oleh bank. 3. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Cik Di Tiro Yogyakarta mengalami beberapa kendala dalam melakukan penyelesaian kredit produktif macet melalui penjualan objek Hak Tanggungan secara di bawah tangan, yaitu : a. Nasabah debitur menghendaki harga yang terlalu tinggi untuk penjualan objek Hak Tanggungan; b. Nilai objek Hak Tanggungan yang tinggi sehingga tidak ada calon pembeli; dan c. Nasabah debitur meninggal atau melarikan diri sehingga tidak dapat dilakukan negosiasi untuk pelaksanaan penjualan terhadap objek Hak Tanggungan secara di bawah tangan.
The research entitled “Sales Under The Hand over The Object of Hak Tanggungan As Effort To Solve Bad Debt In PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Cik Di Tiro Branch, Yogyakartaâ€was intended to find out the reasoning PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Cik Di Tiro Branch, Yogyakarta selected sales under the hand over the object of Hak Tanggungan to solve bad debt, identify resolution of bad debt in PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Cik Di Tiro Branch, Yogyakarta by sales under the hand over the object of Hak Tanggungan and obstacles PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Cik Di Tiro Branch, Yogyakarta face in solving bad debt through sales under the hand over the object of Hak Tanggungan. It was juridical empirical research that study law effectiveness, particularly related to execution of Hak Tanggungan. Data was collected by literary review to obtain secondary data and field research to obtain primary data. The results were analyzed qualitatively with the selection of data, segment data, systemized the data, relate the data with the norms and principles, in order to obtain a clear view related to the problems observed. The results indicated that, first, resolution of bad debt through sales under the hand over the object of Hak Tanggungan was selected by PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Cik Di Tiro Branch, Yogyakarta because of the benefits for debtor and bank. Second, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Cik Di Tiro Branch, Yogyakarta have not did all provision is Article 20 paragraph (2) and paragraph (3) Regulation number 4 1996 on Hak Tanggungan over land and land-related-object in doing sales under the hand over the object of Hak Tanggungan because the notification through newspaper of other mass media (television and radio) on the sale was not done by the bank. Third, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Cik Di Tiro Branch, Yogyakarta faced some obstacles in solving bad debt through sales under the hand over the object of Hak Tanggungan including (a) debtor want too high price for Hak Tanggungan object sale, (b) value of Hak Tanggungan object is so high that there is no buyer candidate, and (c) debtor has died or fled so negotiation to sale Hak Tanggungan object cannot be done.
Kata Kunci : penjualan di bawah tangan, Hak Tanggungan, kredit macet