Pelatihan Wawancara Investigatif Humanis untuk Meningkatkan Kualitas Keterampilan Penyidikan terhadap Anak yang diduga sebagai Tersangka Kekerasan Seksual Anak (KSA)
BUDHI ARDIYANDHANI, Dr. MG. Adiyanti, M.S, Psi
2013 | Tesis | S2 Magister Profesi PsikologiKualitas keterampilan penyidikan pada penyidik berperan penting dalam memperoleh keterangan yang akurat dan lengkap dari anak yang diduga sebagai tersangka kekerasan seksual anak (KSA). Model wawancara penyidikan terangkum dalam Pelatihan Wawancara Investigatif Humanis (PWIH). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah PWIH dapat meningkatkan kualitas keterampilan penyidikan pada penyidik. Desain penelitian ini adalah studi kasus. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah panduan observasi check list keterampilan penyidikan untuk mengamati kualitas keterampilan penyidikan pada penyidik sebelum pelatihan dan setelah pelatihan. Validitas isi modul dilakukan oleh peneliti dan dikonfirmasi oleh professional judgement. Subjek penelitian adalah 1 orang penyidik yang melakukan penyidikan terhadap anak yang diduga sebagai tersangka KSA. Pertanyaan penelitian yaitu apakah PWIH dapat meningkatkan kualitas keterampilan penyidikan pada penyidik. Pertanyaan penelitian dijawab dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dengan menghitung rerata nilai hasil observasi keterampilan penyidikan berdasarkan panduan observasi check list dan analisis kualitatif berdasarkan dokumen yang diperoleh selama proses pelatihan yaitu verbatim wawancara dan catatan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas keterampilan penyidikan pada subjek penelitian dalam penelitian ini setelah pelatihan diberikan.
The investigative interviewing skills‟ quality of investigator plays an important role in obtaining accurate and complete information from the alleged child as the suspect of Child Sexual Abuse (CSA). The humanist investigative interviewing model is summarized in The Humanist Investigative Interviewing Training (Pelatihan Wawancara Investigatif Humanis/ PWIH). This research was aimed to know whether the PWIH could increase the investigative interviewing skills‟ quality of investigator. The design of this research was a case study. The check list observation guide of investigative interviewing skills‟ quality was used as the instrument to measure the investigative interviewing skills‟ quality of the investigator at pretest and posttest. The content validity of the module was conducted by researcher and was confirmed by professional judgment. Subject of this study was one police investigator who conducted an investigative interviewing toward the alleged child as the suspect of Child Sexual Abuse. The research question was whether the PWIH could increase the investigative interviewing skills‟ quality of investigator. The research question were answered using the qualitative and quantitative analysis. The quantitative analysis by computing the mean of score from investigative interviewing skills based on the check list observation guide and the qualitative analysis was based on document collected during the training process, that was the interview verbatim and observation notes. The results study showed an increase the investigative interviewing skills‟ quality of the research subject and participants in this study after training.
Kata Kunci : PWIH, anak yang diduga sebagai tersangka kekerasan seksual anak (KSA), penyidik, kualitas keterampilan penyidikan