Laporkan Masalah

ANALISIS POTENSI EKOWISATA SATWA LIAR PADA JALUR-JALUR WISATA TAMAN WISATA ALAM BUKIT KABA

DARMAWAN AJI WIBOWO, Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut.,M.Sc.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Taman Wisata Alam Bukit Kaba memiliki keanekaragaman burung dan mamalia yang tinggi pada jalur wisatanya sehingga potensial dikembangan sebagai kawasan wisata satwa liar. Belum adanya data base potensi satwa pada jalurjalurnya menyebabkan pengelolaan ekowisata belum optimal dan cenderung menjadi mass tourism. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi satwa liar pada jalur tersebut beserta obyek pendukungnya, mengetahui dan menilai kualitas jalur untuk pengamatan satwa, dan menyusun strategi pengelolaan ekowisata satwa liar. Potensi mamalia dan burung diidentifikasi dengan metode strip tansect. Untuk jenis burung menggunakan metode tambahan yaitu metode daftar jenis MacKinnon. Kualitas satwa yang dijumpai dinilai dengan skoring berdasarkan kriteria keunikan dan kelangkaan. Kualitas jalur wisata dinilai dengan parameter: kesesuaian lahan, kemudahan perjumpaan dengan satwa, dan keragaman sumberdaya serta atraksinya. Hasil penelitian mengidentifikasi 6 jenis mamalia dari 5 famili, 3 jenis termasuk kategori sangat menarik (Hylobathes syndactylus, Presbytis melalophos, dan Helarctos malayanus). Burung yang teridentifikasi ada 84 jenis dari 27 famili. Burung kategori menarik berdasarkan kriteria keunikan dan kelangkaan ada 15 jenis. Jalur II merupakan jalur paling sesuai untuk pengamatan burung karena mempunyai Indeks Neu tertinggi (w=1,26). Hasil skoring potensi obyek adalah 13, nilai ini termasuk kategori obyek berkualitas tinggi. Berdasarkan analisis kualitas jalur maka jalur I berada di urutan pertama (skor 10). Masyarakat desa Sumber Urip memiliki persepsi positif terhadap pengembangan ekowisata satwa liar dan berkeinginan kuat untuk berpartisipasi sedangkan untuk wisatawan persepsinya masih rendah dikarenakan ketebatasan data potensi satwa. Hasil analisis SWOT adalah 18 strategi alternatif dengan prioritas 5 kegiatan : promosi, penelitian, sosialisasi, segmentasi wisata, dan penguatan ekonomi lokal.

Bukit Kaba Nature Recreation Park has a high diversity of birds and mammals so that potentially to be developed as a special interest tourism area. However, insufficient wildlife data base lead to the unoptimal tourism management and it tends to be a mass tourism. This research aims are to identify the wildlife potential on the tourism trails, to assess quality of pathways for wildlife tourism, and to develop wildlife tourism management strategies. The potential of mammals was identified by applying strip transect method. MacKinnon List is used to assess birds potential. This research identified 6 species of mammals from 5 families, 3 species were categorized as very interesting species (Hylobathes syndactylus, Presbytis melalophos, dan Helarctos malayanus). It also identified 84 bird species from 27 families and 15 birds were classified as interesting. The track II was the most suitable track of birds watching because it has the highest Neu Index (w = 1.26). The score of potential object is 13, which is categorized as a high-quality object. The track I (score 10) is the best track for wildlife ecotourism activity. Sumber Urip communities have a positive perception towards the development of wildlife ecotourism and enthusiast to participate in the activity whereas most of visitors’ perception is still low due to the lack of wildlife data base. SWOT analysis reveals 18 alternative strategies with 5 priority activities, they are promotion, dissemination of ecotourism benefits, wildlife research, visitors segmentation, and strengthening the local economy.

Kata Kunci : ekowisata satwa, TWA Bukit Kaba, analisis SWOT


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.