PERANAN EKOSISTEM MANGROVE DALAM PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI TELUK PANGPANG TAMAN NASIONAL ALAS PURWO
Sucipto, S.Sos, Dr. Erny Poedjirahajoe, MP
2013 | Tesis | S2 I.Kehutanan/MKSDALTaman Nasional Alas Purwo merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang secara umum memiliki tipe ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah dengan memiliki beberapa formasi tipe vegetasi diantaranya hutan pantai, hutan mangrove, hutan bambu, hutan tanaman, dan hutan hujan dataran rendah. Formasi Hutan mangrove di Taman Nasional Alas Purwo terdapat di beberapa lokasi diantaranya di Segoro anak masuk Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tegaldlimo dengan luas mencapai ± 1.350 Ha dan di Teluk Pangpang masuk Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Muncar seluas ± 198 Ha. Mangrove di wilayah Teluk pangpang sudah sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar kawasan hutan baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung masyarakat memanfaatkan mangrove dalam bentuk seperti pengambilan untuk kayu bakar, bahan bangunan, dan bahan pembuatan arang, sedangkan secara tidak langsung, di antaranya tempat mencari hasil laut seperti kepiting, ikan, dan udang. Pengambilan udang (grago) di mangrove Teluk pangpang telah dilakukan oleh masyarakat sejak lama. Penelitian mengenai peranan ekosistem mangrove dalam peningkatan ekonomi masyarakat di Teluk Pangpang Taman Nasional Alas Purwo bertujuan untuk mengetahui komposisi mangrove Teluk Pangpang dan hubungan produksi udang grago dengan parameter ekologi mangrove Teluk Pangpang. Juga bertujuan untuk mengetahui profil ekonomi masyarakat pencari udang grago dan persepsi masyarakat pencari udang grago terhadap kelestarian hutan mangrove di Teluk Pangpang, Taman Nasional Alas Purwo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi dan di mangrove Teluk Pangpang Taman Nasional Alas Purwo dengan luas 198 Ha. Metode yang digunakan adalah metode jalur dan jelajah. Analisa data untuk mengetahui kondisi mangrove di lapangan dilakukan secara deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang berarti antara hutan mangrove dengan produksi udang grago digunakan analisis regresi linier. Terdapat hubungan signifikan antara jumlah jenis mangrove dengan jumlah hasil grago yang diperoleh nelayan pada masing-masing blok penangkapan dan ada beberapa parameter yang tidak signifikan.
Alas Purwo National Park is one of nature conservation area generally has a tropical rain forest ecosystem types lowland to have some type of vegetation formations suchas coastal forests, mangrove forests, bamboo forest, plantations , and lowland rainforest . Formation of mangrove forests in the National Park Alas Purwo contained in several locations including in Segoro anak attends National Park Management Section Region I Tegaldlimo with broad reach ± 1.350 Ha and in the Teluk pangpang of entry National Park Management Section II Region Muncar of ± 198 Ha . Teluk Pangpang mangroves in region has long been used by communities around forest areas either directly or indirectly. Directly utilize mangrove communities in the form of such decision for firewood, building materials, and materials for charcoal, while indirectly, including places for seafood such as crabs, fish, and shrimp. Decision shrimp ( Grago ) in mangrove Teluk pangpang been done by the community for a long time . Research on the role of mangrove ecosystems in the economic improvement of the community in the Teluk Pangpang Alas Purwo National Park aims to determine the composition of mangrove bay shrimp production Pangpang and Grago relations with the Teluk Pangpang mangrove ecological parameters. Also aims to determine the community's economic profile search and public perception Grago shrimp shrimp Grago search to the preservation of mangrove forests in the Teluk Pangpang, Alas Purwo National Park . The research was conducted in the village of White Wringin , Muncar district, Banyuwangi and in mangrove Teluk Pangpang Alas Purwo National Park with an area of 198 Ha. The method used is the method of lines and cruising. Analysis of data to determine the condition of mangroves in the field conducted a qualitative descriptive. As for knowing whether there is a meaningful relationship between mangrove forests with shrimp production Grago used linear regression analysis. There is a significant relationship between the number of species of mangrove Grago the number of results obtained on each fisherman catching blocks and there are some parameters that are not significant.
Kata Kunci : mangrove, udang grago, parameter ekologi, Teluk Pangpang