Laporkan Masalah

PRODUKTIVITAS DAN DEKOMPOSISI SERESAH PADA HUTAN ALAM DENGAN SISTEM SILVIKULTUR TEBANG PILIH TANAM INDONESIA INTENSIF (TPTII) DI PT. SARI BUMI KUSUMA

Eko Prasetyo, Prof. Dr. Ir. Suryo Hardiwinoto, M.Agr.Sc

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Pengayaan (enrichment) pada sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTII) bertujuan meningkatkan produktivitas log over area (LOA). Kelebihan pengayaan tanam jalur adalah memudahkan kontrol oleh perusahaan maupun pemerintah. Sistem pertanaman jalur menyebabkan terjadinya pengelolaan yang intensif pada jalur tersebut dengan pembukaan jalur dan penggunaan jenis target. Jenis target pada pertanaman jalur membutuhkan banyak hara untuk pertumbuhannya. Pengembalian hara melalui seresah dan dekomposisi seresah pada sistem TPTII penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi seresah dan dekomposisi seresah pada jalur tanam dan jalur antara pada LOA umur tanaman 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun dan hutan alam sebagai kontrol di PT Sari Bumi Kusuma. Penelitian dilakukan pada bulan September 2010 s.d Februari 2011. Akumulasi jatuhan seresah dihitung menggunakan litter trap, sedangkan laju dekomposisi seresah diamati dengan menggunakan metode litter bag. Produksi seresah pada LOA umur tanaman 1 tahun selama 6 bulan pengamatan di jalur tanam (2,27 ton/ha) lebih rendah daripada jalur antara (3,68 ton/ha). Produksi seresah pada LOA umur tanaman 5 tahun di jalur tanam menyamai jalur antara yaitu sebesar 4,98 ton/ha selama 6 bulan pengamatan. Produksi seresah selama 6 bulan pengamatan pada LOA umur tanaman 10 tahun relatif stabil yaitu 4,03 ton/ha pada jalur tanam dan 4,67 ton/ha pada jalur antara sedangkan hutan alam sebesar 4,45 ton/ha. LOA umur tanaman 1 tahun selama 6 bulan pada jalur tanam dengan input C sebesar 920,6; N sebesar 22,8; P sebesar 0,9 dan 8,4 kg/ha K lebih rendah daripada jalur antara (1397,8 C; 32,7 N; 1,6 P dan 12,9 kg K). LOA umur tanaman 5 tahun selama 6 bulan dengan input C sebesar 1944,9; N sebesar 37,8; P sebesar 3,5 dan 8,2 kg/ha K pada jalur tanam, dan 1900 C, 42,2 N; 2,6 P dan 14,5 kg/ha K pada jalur antara melebihi input di hutan alam (1785,5 C; 40,5 N; 2,1 P dan 10,1 kg/ha K). LOA umur tanaman 10 tahun pada jalur tanam selama 6 bulan memberikan input C sebesar 1577,3; N sebesar 33,7; P sebesar 1,5 dan K sebesar 10,2 kg/ha sedangkan pada jalur antara C sebesar 1780,6; N sebesar 41,1; P sebesar 1,8 dan 12,1 kg/ha K. Indeks dekomposisi seresah daun Shorea leprosula mempunyai kecepatan dekomposisi sedang pada semua lokasi penelitian kecuali LOA umur tanaman 1 tahun pada jalur antara yang tergolong kategori cepat (k = 0,0303) dengan waktu paruh (t0,5) 42 hari.

Enrichment is a planting activity beyond log-over area which has less the natural regeneration of commercial plant species. Enrichment on Indonesia Selective Cutting and Planting Silvicultural System (TPTII) aims to increase the productivity of log over area (LOA) by Line Plantation System. Line Planting System causing intensive management by open planting line and purposed species usage. Growth in Line Plantation System needs much nutritions for its growth. Nutrition returns through litterfall and decomposed litterfall on TPTII system was essentially notified. Research aimed for knowing litterfall production and litterfall decomposition in plantation line and inter plantation line at log over area, on one year, five years, ten years plant age also natural forest as control treatment at PT Sari Bumi Kusuma. The research was conducted on September 2010 to Februari 2011. Littertrap used for calculating litterfall accumulation, whereas litterbag methods used for knowing litterfall decompostion. Litterfall production at LOA one years old in planting is 2.27 ton ha-1 6 months-1 in planting line and 3.68 ton ha-1 6 months-1 in non- planting line. Litterfall production at LOA five years old is 4.97 ton ha-1 6 months-1 in planting line and 4.98 ton ha-1 6 months-1 in non-planting line. Litterfall production at LOA ten years old is 4.03 ton ha-1 6 months-1 in planting line and 4.67 ton ha-1 6 months-1 in non-planting line. LOA one year old plant at planting line in 1 ha for 6 months gave 920.6 kg carbon; 22.8 kg nitrogen, 0.9 kg phosphor and 1.1 kg potassium of input, while at non-planting line was 1397.8 kg carbon; 32.7 kg nitrogen; 1.6 kg phosphor; 1 kg potassium of input. LOA five years old plant at planting line in 1 ha for 6 months gave 1944.9 kg carbon; 37.8 kg nitrogen, 3.5 kg phosphor and 0.5 kg potassium of input, while at non-planting line was 1900 kg carbon; 42.2 kg nitrogen; 2.6 kg phosphor; 1.2 kg potassium of input. LOA ten years old plant at planting line in 1 ha for 6 months gave 1577.3 kg carbon; 33.7 kg nitrogen, 1.5 kg phosphor and 0.7 kg potassium of input, while at non-planting line was 1780.6 kg carbon; 41.1 kg nitrogen; 1.8 kg phosphor; 1 kg potassium of input. While at natural forest, gave 1785.5 kg carbon; 40.5 kg nitrogen; 2.1 kg phosphor and 10.1 kg potassium of input for 6 months in 1 ha. Decomposition Index of Shorea leprosula leave categorized medium on all site besides LOA one year age on inter-line treatment, was considered fast category (k = 0,0303) with half-life (T 50) 42 days.

Kata Kunci : dekomposisi, pengayaan, pertanaman jalur, seresah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.