PELAKSANAAN FASILITAS DMI (DERMATOGLIPHIC MULTIPLE INTELEGENCE) SEBAGAI LAYANAN TAMBAHAN PADA PERJANJIAN WARALABA DI PRIMAGAMA
IRAWAN, S.H., Ninik Darmini, S.H., M.Hum.,
2013 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan fasilitas DMI (Dermatogliphic Multiple Intelligence) sebagai layanan tambahan bagi siswasiswi di Primagama. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui cara franchisor mengatasi permasalahan wanprestasi dalam pelaksanaan layanan tambahan DMI (Dermatologisphic Multiple Intelligence) di Primagama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis empiris. Penelitian yuridis empiris adalah penelitian yang didasarkan pada data sekunder sebagai data awalnya, yang kemudian dilanjutkan dengan data primer atau data lapangan. Penelitian ini mengambil subyek franchisor dan franchisee primagama. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah berupa daftar pertanyaan yang digunakan sebagai pedoman wawancara yang dilakukan dengan tanyajawab secara langsung pada subyek penelitian dan narasumber. Data yang telah terkumpul dianalis secara kualitatif dan disampaikan dengan metode deskriptis analitis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan fasilitas DMI (Dermatogliphic Multiple Intelligence) sebagai layanan tambahan bagi siswasiswi di Primagama mengalami kendala. Ada respon positif dan respon negatif terhadap kebijakan franchisor untuk melaksanakan fasilitas DMI (Dermatogliphic Multiple Intelligence) sebagai layanan tambahan bagi siswa-siswi. Lemahnya dasar hukum pelaksanaan kebijakan fasilitas DMI (Dermatogliphic Multiple Intelligence) sebagai layanan tambahan bagi siswa-siswi adalah menjadi faktor utama penyebab terjadinya wanprestasi dalam kebijakan ini. Upaya-upaya damai dan kekeluargaan adalah solusi yang diutamakan oleh primagama untuk mengatasi permasalahan pelanggaran yang muncul.
This study aims to determine the implementation of the DMI facility (Dermatogliphic Multiple Intelligence) as an additional service to the students in Primagama. This research also aims to find out how to overcome the problems in default by franchisors in the implementation of additional service DMI (Dermatologisphic Multiple Intelligence) in Primagama. This research is a kind of empirical legal research. Empirical legal research is a study based on secondary data as the data initially, followed by a primary data or field data. This study took a franchisor and franchisee Primagama subject. Means of data collection in this research is a list of questions used to guide the interviews conducted with direct intervew on research subjects and informants. Collected data were qualitatively analyzed and delivered to the descriptive analytical method. The results showed that the implementation of the facility DMI (Dermatogliphic Multiple Intelligence) as an additional service to the students in Primagama obstacles. There are positive response and negative response to the franchisor in implementation policies DMI (Dermatogliphic Multiple Intelligence) as an additional service to the students. Weak legal basis for the implementation of policies DMI (Dermatogliphic Multiple Intelligence) as an additional service to the students is a major factor causing a default under this policy. Peace efforts and kinship is preferred by Primagama solution to overcome the problems that arise offense.
Kata Kunci : : Perjanjian, waralaba, primagama, DMI (Dermatoglipic Multiple