Laporkan Masalah

SEJARAH PENUNJUKAN KAWASAN KONSERVASI PADA PERIODE 1919 – 2010 DI PROVINSI JAWA TENGAH

DYAH SULISTYARI, Dr. Ir. Lies Rahayu W.F.,MP

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Wilayah Penelitian adalah Kawasan Konservasi Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 38 unit. Tujuan penelitian untuk menyusun sejarah penunjukan kawasan konservasi di Provinsi Jawa Tengah mulai tahun 1919 sampai saat ini beserta faktor faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode historis dengan mengumpulkan data dan bukti penunjukan kawasan konservasi mulai jaman Kolonial Belanda. Data dan fakta tersebut diperoleh penulis melalui studi literatur baik dari buku-buku, jurnal, dan artikel lainnya yang relevan dengan pembahasan mengenai kawasan konservasi di Provinsi Jawa Tengah serta wawancara kepada tokoh yang dianggap mengetahui sejarah penunjukan kawasan konservasi di Jawa Tengah. Penelitian ini menghasilkan periodesasi penunjukan kawasan konservasi di Provinsi Jawa Tengah dalam 6 fase yaitu fase Kolonial Belanda (1919) dan Jepang – Merdeka (1945), fase 1945 – 1980, Fase Tahun 1980 – 1992,Fase 1992 – 1999, Fase 1999 – 2004, Fase 2004- 2010. Latar belakang penunjukan berbagai kawasan konservasi, di masa lalu yang didominasi oleh pertimbangan keunikan flora dan fauna, estetika, dan gejala alam tertentu berbeda pada era kerja sama dengan FAO/UNDP yang menunjuk kawasan konservasi berdasarkan kajian. Kajian yang dilakukan tidak hanya terbatas pada aspek-aspek biologi, geologi, tetapi juga dilakukan analisis terhadap aspek-aspek sosial dan ekonomi dengan merujuk kajian-kajian yang telah dilakukan WWF. Penyebaran kawasan konservasi yang tidak merata serta luas kawasan menyebabkan beberapa kawasan konservasi terisolasi hanya tersebar di 18 kabupaten saja, diperlukan koridor untuk menghubungkan kawasan-kawasan tersebut. Luas kawasan konservasi yang kecil-kecil secara biogeografi rentan kepunahan. Kawasan konservasi di Jawa Tengah sebagian besar ditunjuk pada pemerintahan Belanda sebelum teori Pulau Biogeografi itu muncul pada tahun 1967. Luas kawasan konservasi yang kecilkecil mungkin cocok diterapkan di Provinsi Jawa Tengah karena sebagian besar tujuan penunjukan kawasan konservasi ini merupakan perlindungan terhadap jenis flora yang tidak membutuhkan areal yang terlalu luas. Selain itu, tingginya tekanan penduduk di Provinsi Jawa Tengah terhadap penggunaan lahan juga menjadi salah satu alasannya.

The research was located in 38 sites of conservation areas within Central Java Province. The objective is to identify the historical designation and its influencing factors of the conservation areas within Central Java Province from 1919. Historical method was used in the research with collect data and evidence of the protected area designation started the Dutch colonial era. Data and facts were collected based on the literature studies coming from books, journals, articles and interview from the suitable sources. The research identifies that there are 6 periods of the protected area designation in Central Java Province; 1)Dutch and Japan colonialization phase (1919-1945), 2)1945-1980 phase, 3)1980-1992 phase, 4)1992-1999 phase, 5)1999-2004 phase and 6) 2004-2010 phase. Dutch colonialization played a significant role in the designation of the conservation areas within Central Java Province especially the role of Drs. SH Koorders. In the past, the main considerations of the protected area designation were the wildlife and flora uniqueness, aesthetic consideration, geographical and geological features. On the contrary, at the coming phase, the protected area designation was also based on the studies mainly conducted by the FAO and UNDP. These studies were focussed not only on biological and geological aspects but also social and economical aspects such as studies conducted by WWF. The uneven protected area distribution creates isolation of the several areas. Corridors are needed to link those isolated areas. Biographically, relatively small sized conservation areas may lead to the extinction fragility. However, the size may be suitable for Central Java Province due to the high population pressure.

Kata Kunci : periodesasi, kawasan konservasi, penyebaran,Jawa Tengah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.