Life Cycle Assessment Pada Proses Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) di PT Indokor Bangun Desa
Ika Restu Revulaningtyas, Dr. Ir. R. Wahyu Supartono
2013 | Tesis | S2 Teknologi Industri Pertaniansumber daya Permasalahan lingkungan dalam proses suatu industri adalah penggunaan dan energi, serta limbah dan emisi yang dihasilkan. Industri pembesaran udang merupakan salah satu industri yang membutuhkan energi khususnya untuk menjaga jumlah oksigen terlarut dalam tambak yang harus mencukupi kebutuhan udang. Tambak udang juga membutuhkan bahan pakan dan air untuk media pertumbuhan udang. Oleh karena itu akan dilakukan penelitian di PT Indokor Bangun Desa yang bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahan dan energi, menganalisis limbah dan emisi yang dihasilkan, mengetahui potensi dampak lingkungan pada proses pembesaran udang, serta mengetahui langkah perbaikan yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan bahan dan energi maupun pengeluaran limbah dan emisi. . Life Cycle Assessment merupakan suatu metode evaluasi antara input, output, dan potensi dampak lingkungan dari suatu sistem siklus hidup produk. Life Cycle Assessment digunakan untuk mengetahui seberapa besar dampak lingkungan yang disebabkan pada tahap siklus hidup suatu produk Jumlah energi manusia, energi listrik, serta energi bahan bakar fosil dari bensin dan solar yang dibutuhkan pada proses pembesaran udang di PT Indokor Bangun Desa secara berturut-turut adalah 20,42; 803,35; 1,30; dan 638,19 MJ/ton udang per hari. Emisi yang dihasilkan pada proses pembesaran udang di PT Indokor Bangun Desa secara berturut-turut adalah 14.413,84 kg CO2/ton udang per hari; 86,95 kg NOX/ton udang per hari; dan 5,25 kg SO2/ton udang per hari. Dampak emisi pada proses pembesaran udang di PT Indokor Bangun Desa adalah global warming (14.413,84 kg CO2 equivalent), eutrophication (11,30 kg PO4 equivalent), dan acidification (66,12 kg SO2 equivalent).
for Environmental problems an industry is the consumption of resources and energy, and the production of waste and emissions. Enlargement production of shrimp is an industry that requires energy to maintain the amount of dissolved oxygen in the pond that should be sufficient for the shrimp. This industry also need water and feed ingredients for the shrimp. This research aims to analyze the consumption of resources and energy, analyze the production of waste and emissions, find out the potential environmental impacts, and find out the improvement to reduce the use of materials and energy and the production of waste and emissions. among Life Cycle Assessment is an evaluation method input, output, and the potential environmental impacts of a product life cycle system. Life Cycle Assessment is used to determine how much of the environmental impact of the life cycle stages of a product. The result of this research shows that amount of energy from human, electricity, gasoline, and diesel that is required to produce shrimp in PT Indokor Bangun Desa is 20.42; 803.35; 1,30; and 638.19 MJ/tonne per day. The emissions of CO2, NOX, and SO2 is 14413.84 kg CO2/tonne; 86.95 kg NOX/tonne; dan 5.25 kg SO2/tonne per day. The impact of emissions on the shrimp enlargement production in PT Indokor Bangun Desa is global warming (14413.84 kg CO2 equivalent), eutrophication (11.30 kg PO4 equivalent), dan acidification (66.12 kg SO2 equivalent).
Kata Kunci : limbah, Life Cycle Assessment, energi, emisi, proses pembesaran udang