Laporkan Masalah

CASH INCENTIVE DAN PROSES DISARMAMENT DI NIGER DELTA PADA TAHUN 2004

Marianus Sebastianus Rengga, Rochdi Mohan N., MSA, M.Litt,

2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Tesis ini menjelaskan tentang pengaruh cash incentive terhadap kelompokkelompok bersenjata dalam proses disarmament di Niger Delta pada tahun 2004. Proses disarmament di Niger Delta dilakukan untuk mengatasi konflik antara kelompok NDV dan NDPVF sepanjang tahun 2003-2004. Proses disarmament di Niger Delta berlangsung meskipun memiliki beberapa kekurangan yang dapat menyebabkan kegagalan proses tersebut. Pihak yang bertindak sebagai responsible actors dalam proses disarmament merupakan pihak yang tidak netral dan juga korup. Selain itu, proses disarmament tetap berlangsung meskipun minim akan perencanaan. Cash yang dijadikan sebagai insentif mempunyai pengaruh sehingga proses disarmament tetap berjalan meskipun minim akan perencanaan dan juga dilakukan oleh responsible actors yang tidak bisa dipercaya. Kelompok-kelompok bersenjata menggunakan proses disarmament sebagai sarana untuk memperkuat financial dan material resources. Cash incentive yang digunakan dalam proses disarmament dimanfaatkan untuk meningkatkan sumber daya finansial kelompok bersenjata sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan militer kelompok-kelompok bersenjata tersebut. Dengan demikian, kelompok-kelompok bersenjata dapat melanjutkan perjuangannya. Tesis ini sebagai sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar master pada dari Program Pasca Sarjana Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, diharapkan dapat digunakan sebagai pengetahuan yang berkaitan dengan tema proses disarmament dan juga upaya peacebuilding lainnya.

This thesis discusses about the influence of cash incentive for armed groups in Niger Delta’s disarmament process on 2004. Disarmament process in Niger Delta is held to overcome the conflict between NDV and NDPVF during 2003-2004. The disarmament process in the Niger Delta remains occured although it had some drawbacks that can cause the failure of that process. The responsible actors in disarmament process were not neutral and corrupt. In addition, the disarmament process was still underway despite the lack of planning. Cash used as incentive had an influence in the disarmament process so that process still underway despite lack of planning and committed by responsible actors that can not be trusted. The armed groups used the disarmament process as a mean to support their financial and material resources. Cash incentive used in disarmament process was misused to support financial resources of the armed groups so they can strengthen their military resources. Thereby the armed groups can continue their struggle. This thesis as a partial fulfillment to get Master degree from Graduate Program in International Relations, Gadjah Mada University, is hopefully able to serve as an introductory research for any related topics on disarmament and other issues related to peacebuilding study.

Kata Kunci : cash incentive, kelompok bersenjata, disarmament, financial and military resources.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.