ALUN – ALUN KOTA YOGYAKARTA MASA KINI Ruang Kota sebagai Wadah Komunikasi Sosial Kota
RAHADEA BHASWARA, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturYogyakarta dikenal sebagai salah satu kota yang kuat dalam menjaga tradisi masa lalunya. Namun juga tidak dapat dipungkiri bahwa Yogyakarta adalah salah satu pusat dari gerakan-gerakan progresif di Indonesia. Yogyakarta adalah tempat konservatif – progresif; tradisional – eksperimental; dan formal – informal berjalan bersamaan. Dialog tersebut termanifeskan ke dalam ruang – ruang kotanya. Alun-alun merupakan contoh struktur kota masa lalu yang terus berkembang mengikuti zaman. Alun-alun hari ini masih menjadi bagian penting bagi warga Kota Yogyakarta, namun bukan lagi sebagai ruang struktural yang lama. Kedua ruang Alun-alun Yogyakarta memiliki keragaman elemen formal dan sosial, serta memiliki performa komunikasi sosial yang intensif dan jelas. Performa ruang kota sebagai wadah komunikasi sosial kota dapat menjadi entry point untuk membaca variabel-variabel kekinian di balik kedua kasus ruang kota tersebut. Penelitian ini membahas beberapa narasi komunikasi sosial yang terjadi di kedua ruang Alun-alun Yogyakarta, untuk memaparkan bentuk dan logika sosial ruang yang berlaku pada saat ini. Terdapat 3(tiga) kategori konsep “persepsi ruangâ€, dan 4(empat) kategori konsep “kognisi ruangâ€. Relasi diantara ketujuh kategori konsep tersebut terangkum dalam 2(dua) Proposisi Teori: Siklus tiga tahap performa sosial ruang; dan Empat elemen performa sosial ruang. Proposisi Teori tersebut dijelaskan melalui 4(empat) Proposisi Kerja ruang Alun-alun Yogyakarta, yaitu: 1. Performa Persepsi – Kognisi Ruang Alun-alun; 2. Performa Publik – Privat Ruang Alun-alun; 3. Performa Internal – Eksternal Ruang Alun-alun; dan 4. Performa Identitas Ruang Alun-alun. Pada akhirnya penelitian ini menjelaskan bagaimana Alun-alun Kota Yogyakarta mewadahi komunikasi sosial kota pada saat ini. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa narasi-narasi ruang dapat menjadi salah satu pendekatan terhadap isu performa sosial ruang kota. Diharapkan temuan-temuan tersebut dapat membuka narasi dan variabel baru mengenai ruang kota dan komunikasi sosial yang terjadi di dalamnya. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari wacana perancangan simpul-simpul aktivitas baru, serta pengembangan metode desain arsitektur kota secara umum.
Yogyakarta, a city known to maintain its bound on the old tradition. However, we cannot disavow that Yogyakarta still is one of the centers in Indonesian progressive movements. Yogyakarta is the place where conservative – progressive; traditional – experimental; and formal – informal ambled together. These dialogues manifested to its urban spaces. Alun-alun of Yogyakarta is a case where the old city structures keep adjusting through times. Alun-alun to date is still an important part for the citizen of Yogyakarta, but no longer as the past structural space. Both Alun-alun has its variety of formal and social elements, with an intensive performance on social communication. Urban spaces performance on the city’s social communication can be an entry point to find variables of the present day. This study discusses some social communication’s narratives that occurs in both space Alun-alun Yogyakarta, to describe the form and social logic of space of today. There are three conceptual categories on \\"perception of space\\", and four conceptual categories on \\"cognition of space\\". Relations among those categories covered in the two theory propositions: Three stages cycles of space’s social performance, and four elements of space’s social performance. The theories described in four working proposition of Alun-alun Yogyakarta: 1. Perception – Cognition performance of Alun-alun; 2. Public – Private performance of Alun-alun; 3. Internal – External performance of Alun-alun; and 4. Identity performance of Alun-alun. Eventually this research explains how both Alun-alun of Yogyakarta accommodate social communication of the city today. The findings in this study indicate that the urban space’s narratives may be an approach to the issue of urban space’s social performance. These findings expected to be able to promote new narratives and variables on urban space and social communication in it. In addition, to be part of the discourse on designing new activity center, as well as to develop architectural designs methods in general.
Kata Kunci : ruang kota, performa sosial, persepsi, kognisi, Alun-alun, Yogyakarta