APLIKASI AHP (Analytical Hierarchy Process) DALAM UPAYA PENYELESAIAN PENGAMBILAN KAYU BAKAR/RENCEK DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO
Arifin Suntoro, SH, Prof. Dr. Ir. H. Djoko Marson 1. o, MS.
2013 | Tesis | S2 I.Kehutanan/MKSDALKawasan Taman Nasional Alas Purwo berbatasan langsung dengan desa yang mempunyai dampak cukup tinggi terhadap pengambilan kayu bakar/rencek. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui kondisi sosial ekonomi perencek, (2) Mengetahui pola pengambilan kayu bakar, dan (3) Mengetahui upaya penyelesaian pengambilan kayu bakar/rencek di Taman Nasional Alas Purwo. Lokasi penelitian adalah kawasan Taman Nasional Alas Purwo dan Desa Kalipait Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. Pengamatan dan pengambilan data dilakukan mulai bulan Juni – Desember 2012 dengan jumlah sampel 60 (Enam Puluh) responden, untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi perencek dan membuat alternatif bentuk pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran guna meningkatkan kesejahteran perencek dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya alam di kawasan Taman Nasional Alas Purwo dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan AHP, dapat diketahui bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya tekanan masyarakat dalam pengambilan kayu bakar terhadap kawasan Taman Nasional Alas Purwo adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat sebesar 41 %. Dari hasil AHP dapat diketahui bahwa untuk alternatif pemberdayaan masyarakat dalam upaya penyelesaian pengambilan kayu bakar/rencek di Taman Nasional Alas Purwo yang berdasarkan pilihan masyarakat adalah bantuan ekonomi produktif sebesar 25,6 %. Upaya yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Alas Purwo antara lain memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan bantuan dari instansi lain yang berkaitan dengan jenis bantuan yang diinginkan, melibatkan masyarakat dalam pengelolaan Taman Nasional Alas Purwo, adanya komitmen dan rasa tanggung jawab dengan berbagai pihak guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan koordinasi secara intensif dengan berbagai pihak dalam pemberdayaan masyarakat.
them give high impact for taking fuelwood. The aim of Alas Purwo National Park existence is bordering with villages around conservation area, where research is (1) to know social and economic condition of taker (perencek); (2) to know the patterns of fuelwood collection and (3) determine the form of the solution effort according to fuelwood taking in Alas Purwo National Park. Research location is Alas Purwo National Park and Kalipait Village, Banyuwangi District. The observation and data collection were conducted from June until December 2012. This research needs sixty respondents/ samples to find out the social and economic condition of taker(perencek) and make an appropriate program of community empowerment to increase the prosperous and to decrease people's dependence on natural resources in Alas Purwo National Park with Analytical Hierarchy Process (AHP) method. is increasing of community Based on calculations by AHP, the factors that cause the community have taken the fuelwood in Alas Purwo National Park welfare by 41%. From AHP result, we can know that the alternative of community empowerment program based on community choice is productive economic aid by 25,6 %. Effort made by the Alas Purwo National Park among others to facilitate the community to get help from other agencies related to the type of assistence desired, involve communities in the management of Alas Purwo National Park, commitment and sense of responsibility of the various stakeholder in order to improve the welfare of society and the increase intensive coordination with various stakeholder in the comminity empowerment.
Kata Kunci : Taman Nasional Alas Purwo, pemberdayaan, masyarakat, AHP