Laporkan Masalah

PERBANDINGAN BESAR PRODUKSI AIR MATA PASCA OPERASI KATARAK DENGAN PROSEDUR FAKOEMULSIFIKASI PADA PENDERITA KATARAK DIABETIK DAN PENDERITA KATARAK NON DIABETIK

MAHENDRA SEPTADI, dr. R. Haryo Yudono, Sp.M.,M.Sc.

2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Tujuan: Membandingkan besar produksi air mata pasca operasi katarak dengan prosedur fakoemulsifikasi pada penderita katarak diabetik dan penderita katarak non diabetik. Metode: Penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 48 pasien katarak, 24 pasien pertama merupakan pasien katarak dengan riwayat diabetes melitus sedangkan 24 pasien sisanya merupakan pasien katarak tidak mempunyai riwayat diabetes melitus. Penilaian besar produksi air mata diukur pada saat sebelum operasi dan 3 hari pasca operasi dengan menggunakan kertas schirmer. Hasil: Perbandingan besar produksi air mata pasien katarak diabetik dibandingkan pasien katarak non diabetik pasca fakoemulsifikasi memberikan hasil statistik yang bermakna (p< 0,001). Kemudian, untuk perbandingan besar produksi air pre operasi dibandingkan pasca operasi mata pada pasien katarak diabetik dan pasien katarak non diabetik juga memberikan hasil statistik yang bermakna (p< 0,001).. Kesimpulan: Diabetes mellitus dan fakoemulsifikasi menyebabkan terjadinya penurunan besar produksi air mata. Pasien katarak diabetik memiliki besar produksi air mata yang lebih rendah dibanding pasien katarak non diabetik baik pre operasi maupun pasca operasi yang bermakna secara statistik.

Objective : Comparing changes of tear secretion postphacoemulsification surgery between diabetic cataract patients and non-diabetic cataract patients. Methods : This study used a sample of 48 cataract patients (24 patients cataract with diabetic and 24 patients cataract non-diabetic). Assessment of tear secretion measured before surgery and 3 days after surgery with Schirmer test. Result : The changes of tear secretion postphacoemulsification surgery between diabetic cataract patients and non-diabetic cataract patients gives statistically significant results (p <0.001). Then, comparison of tear secretion pre-phacoemulsification surgery between diabetic cataract patients and nondiabetic cataract patients also results in statistically significant results (p <0.001). Conclusion: Diabetes mellitus and phacoemulsification led to a decrease in tear secretion. Tear secretion in diabetic cataract patients showed statistically significantly lower compared with non-diabetic cataract patients both pre-operative and post-operative.

Kata Kunci : sekresi air mata, katarak diabetik, diabetes mellitus, tes schirmer


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.