PERANAN NOTARIS DALAM MEWUJUDKAN ASAS KESEIMBANGAN DALAM PERJANJIAN HUTANG PIUTANG
DIAN PUSPA IWARI, Dr. Ari Hernawan, S.H., M.Hum.
2013 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui peranan notaris dalam mewujudkan asas keseimbangan dalam perjanjian hutang piutang yang dibuat dihadapan notaris, dan (2) mengetahui akibat hukum terhadap perjanjian hutang piutang yang dibuat dihadapan notaris yang tidak menerapkan asas keseimbangan. Sifat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung dengan responden dan dilengkapi dengan data sekunder. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non probability sampling dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil analisis data disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan notaris dalam mewujudkan asas keseimbangan dalam perjanjian hutang piutang yang dibuat oleh para pihak dihadapannya adalah dengan memberikan penyuluhan kepada para pihak berkaitan dengan substansi perjanjian dan juga memberikan nasihat hukum yang baik yang menyangkut dari substansi perjanjiannya. Peranan notaris ini terlihat ketika merumuskan atau mengkonstatantir perjanjian hutang piutang yang dibuat oleh para pihak dihadapannya dan juga memberikan penjelasan kepada para pihak tersebut, agar para pihak mengerti secara keseluruhan terhadap hak dan kewajibannya terhadap perjanjian hutang piutang yang dibuatnya, serta melakukan penolakan terhadap perjanjian para pihak yang dianggap tidak seimbang. Akibat hukum terhadap perjanjian hutang piutang yang dibuat dihadapan Notaris yang tidak menerapkan asas keseimbangan dapat dimintakan pembatalannya oleh pihak yang merasa dirugikan kepada hakim. Akibat pembatalan terhadap perjanjian yang dianggap tidak seimbang oleh hakim, maka perjanjian tersebut dianggap tidak berlaku atau tidak memiliki kekuatan mengikat.
This research was intended (1) to identity role of notary in realizing balance principle in agreement of indebtedness made before notary, and (2) to identify legal consequence on agreement of indebtedness made before notary that did not apply balance principle. It was juridical empirical research. This research was conducted through direct interview with respondent and equipped with secondary data. Sample was taken using purposive non probability sampling. Data was analyzed using qualitative approach. Results are presented descriptively. Results indicated that role of notary in realizing balance principle in agreement of indebtedness made by parties before him is by giving explanation to parties about agreement substance and giving good legal advice related to agreement substance. Role of notary appear when he formulate or ascertain agreement of indebtedness made by parties before him and give explanation to them so the parties understand their right and obligation and refuse agreement that is not balance. Legal consequence on agreement of indebtedness made before notary that did not apply balance principle is ask for nullification by any party that felt damaged to judge. Consequence of the nullification, the agreement is considered non valid or have not binding power.
Kata Kunci : Notaris, Asas Keseimbangan, Hutang Piutang