Laporkan Masalah

EMPATI INTERAKTIF KELUARGA POLIGAMI

zULIKA, Prof. Dr. Tina Afiatin

2013 | Tesis | S2 Psikologi

Poligami sampai saat ini selalu dalam perdebatan pro dan kontra, banyak kasus perceraian yang terjadi akibat suami menikah lagi. Disamping itu, ada keluarga poligami yang bertahan dalam pernikahan poligaminya. Ada perempuan yang memilihkan istri untuk suaminya dan wanita yang rela menjadi istri kedua, ketiga dan seterusnya. Agar tidak terjadi konflik yang besar dalam rumah tangga keluarga poligami, dibutuhkan kemampuan berinteraksi yang baik antar anggota keluarga. Salahsatu kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain agar hubungan terjalin baik adalah kemampuan empati. Penelitian ini, berangkat dari keingintahuan peneliti terhadap empati interaktif yang ada dalam keluarga poligami, sehingga digunakan metode studi kasus dengan dua kasus yang berbeda yaitu keluarga poligami yang mempunyai konflik keluarga yang mencolok dan yang memiliki sedikit konflik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara (in depth interview) dan observasi. Jumlah responden dalam penelitian ini, sebanyak tujuh orang (dua orang suami poligami, dua orang istri, satu orang anak dan dua orang informan tahu). Berasal dari dua keluarga poligami. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kedua responden suami poligami memiliki persamaan dalam memutuskan berpoligami yaitu alasan seks yang diawali dengan konflik dalam rumah tangga dan bagi istri yang dipoligami diawali dengan sikap menolak poligami hingga memilih memutuskan untuk menerima keadaan karena adanya nilai kerukunan dalam budaya Jawa. Empati yang ada pada kedua keluarga poligami: AN dan SR memiliki perbedaan dalam prosesnya, empati interaktif pada keluarga poligami AN sudah terjadi sejak awal pernikahan poligami diawali dengan pemaafan istri pertama terhadap suami karena kesamaan pengalaman istri pertama dan kedua yang menikah karena hamil diluar nikah sehingga terjadi empati yang interaktif antara istri pertama dan kedua. Sedangkan empati interaktif yang terjadi pada keluarga poligami SR sangat mencolok terjadi pada saat pengizinan SR pada istri kedua untuk melakukan treesomesex dengan dua orang laki-laki untuk menghilangkan rasa dendam istri kedua terhadap SR yang sakit hati karena dijadikan istri kedua, hingga terjadi empati yang bersifat interaktif antara SR dan istrinya keduanya. Ada pertentangan dalam batin individu ketika berusaha untuk berempati pada suami/istri atau anak karena mementingkan perasaannya sendiri. Melalui banyak pertimbangan muncul penghayatan atas perasaan orang lain, sehingga muncul sikap “bagaimana jika aku jadi dia.” Yang kemudian terjadi secara timbal balik dan terus menerus membutuhkan penyesuaian dan proses penerimaan individu.

So far, polygamy has obtained pro and contra discussion. Nevertheless, there are some polygamy families maintaining their marriages. There are some reasons for these polygamy families, some of wives on these families chose another wife for her husband or willingly being the second or the third wives. In order to minimize serious conflicts on polygamy family are needed good interaction abilities toward each family members. One of interaction abilities is empathy ability to maintain a good relation. This study is motivated by researcher’s interest in interactive empathy in polygamy family. This study used case study method between two different cases on polygamy families: polygamy families having serious family conflicts and few conflicts. Data collection is used by interview (in depth interview) and observation. Total respondents in this study are seven (two polygamy husbands, two wives, one child, and two knowing informants) which are from two different polygamy families. This study result disclosed that two polygamy husbands had similar intention on deciding to have polygamy: sex, in which started by conflicts in the households. The wives of them, at first, showed rejection attitudes but then changed their attitudes to tolerate because of harmony value in Java culture. Empathies in these two families (called AN and SR) have different process. Interactive empathy in AN polygamy family has been built from its polygamy marriage by forgiving her husband because of similar experiences of the first and second wives (having marriage after got pregnant). Thus, interactive empathy has been built between the first wife and second wife. While, interactive empathy in SR polygamy family is very conspicuous emerging when SR admitted the second wife to did treesomesex with two men in order to release her grudge toward the first wife because of her disappointment for being second wife, then built interactive empathy between SR and the second wife. There were inner individual conflicts when trying to empathize toward their husbands/ wives or children because they wanted to prioritize their feelings. After some considerations emerged understanding of others’ feelings, then emerged “if I were her/ him.” Then it happens reciprocally and continuously needs adjustment and individual acceptance process.

Kata Kunci : empati, keluarga poligami, interaksi keluarga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.