PENGARUH PEMANFAATAN BNA BLEND 75:25 TERHADAP STABILITAS DAN DURABILITAS PADA CAMPURAN HRS-WC
Galih Pranantya, Dr. Ir. Latif Budi Suparma, M.Sc.
2013 | Tesis | S2 Mag. S. & T.TransportasiAsbuton adalah aspal alam dari Buton yang berbentuk padat (Pedoman Pemanfaatan Asbuton, 2006). Kadar bitumen yang terkandung di dalam asbuton bervariasi antara 10%-40%. Partikel asbuton terdiri dari bahan mineral, bitumen dan air. Asbuton berwana hitam kecokelat-cokelatan dan bersifat porus. Jumlah cadangan alam asbuton menurut Pedoman Pemanfaatan Asbuton (2006) adalah sebesar 677,247 juta ton. Dengan banyaknya jumlah asbuton yang terdapat di alam diperlukan penelitian untuk mengetahui karakteristik asbuton untuk digunakan sebagai bahan ikat dalam lais perkerasan. Dengan tingginya curah hujan di Indonesia perlu diketahui durabilitas suatu lapis perkerasan dengan menggunakan salah satu hasil olahan asbuton yaitu BNA blend 75:25. Pengujian durabilitas dilakukan untuk mengetahui tingkat keawetan suatu lapis perkerasan HRS-WC dengan menggunakan BNA blend 75:25 sebagai bahan ikat. Nilai durabilitas lapis perkerasan dengan BNA blend 75:25 dibandingkan dengan nilai durabilitas lapisan perkerasan dengan aspal pen.60/70. Nilai indeks durabilitas dihasilkan setelah dilakukan perendaman selama 14 hari. Nilai indeks durabilitas berdasarkan RMS dan TSR untuk benda uji dengan BNA blend 75:25 masing-masing sebesar 23,46% dan 47,38%. Sedangkan untuk benda uji dengan aspal pen.60/70 didapatkan nilai indeks durabilitas berdasarkan RMS dan TSR masing-masing sebesar 14,84% dan 37,50%. Nilai indeks durabilitas benda uji dengan BNA blend 75:25 lebih besar daripada benda uji dengan aspal pen.60/70, baik berdasarkan RMS maupun TSR. Hal ini menunjukkan bahwa bila ditinjau dari nilai indeks durabilitasnya, penggunaan aspal pen.60/70 sebagai bahan ikat lapis perkerasan lebih baik dibandingkan dengan penggunaan BNA blend 75:25 sebagai bahan ikat lapis perkerasan.
Asbuton is a type of natural asphlat that can be found in Buton Island (Asbuton Utilization Guidelines, 2006). Asbuton contains bitumen with variety amount of the bitumen between 10% -40%. Asbuton contains mineral materials, bitumen and water. The number of deposite of asbuton is amounted to 677.247 million ton (Asbuton Utilization Guidelines, 2006). Due to the large number asbuton reserved, it needs to be studied to determine the characteristics of asbuton usage in pavement layer. The aim of this research is to study the durability as one of characteristics of a pavement layer by utilizing BNA blend 75:25 as a binder. Durability testing was conducted to determine the value of durability index of HRS-WC pavement layers by using BNA blend 75:25. The value of durability index by using BNA blend 75:25 subsequently compared to the value of durability index by using asphalt pen.60/70 as a binder. The value of durability index was obtained after 14 days immersing period. The results of this study showed the value of durability index by using BNA blend 75:25 based on RMS and TSR values are 23,46% and 47,38% respectively. Whilst, the value of durability index of HRS-WC mixture by using asphalt pen.60/70 based on RMS and TSR values are 14,84% and 37,50%. The value of durability index by using BNA Blend 75:25 is greater then by using asphalt pen. 60/70 as a binder for pavement, both based on RMS and TSR. It shows that based on the durability point of view the use of asphalt pen.60/70 is better than the use of BNA 75:25 blend as binder in pavement layer.
Kata Kunci : HRS-WC, asbuton, BNA blend 75:25, durabilitas, indeks durabilitas