MENGEMBALIKAN PARAK KAYU: Siasat Perempuan Kalumpang Menghadapi Program REDD+
NOVA SCORVIANA HERMINASARI, Dr. Setiadi, M.Si.
2013 | Tesis | S2 AntropologiPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menggambarkan peran dan siasat perempuan Kalumpang dalam program DA-REDD+ yang difasilitasi KFCP. Pendekatan ekofeminisme digunakan untuk melihat siasat perempuan Kalumpang dalam memandang dan memperlakukan alam. Pendekatan ini juga dimaksudkan untuk mengkaji sejauh mana keterlibatan perempuan Kalumpang dalam DA-REDD+ KFCP. DA-REDD+ KFCP merupakan salah satu proyek percontohan dari kerangka global terkait mitigasi perubahan iklim, penyelamatan lingkungan, dengan mengintegrasikan aspek ekonomi dan kesejahteraan secara berkelanjutan melalui stok karbon. Penelitian ini dilakukan di Desa Kalumpang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh dengan observasi, observasi partisipasi, dokumentasi, studi data sekunder dan wawancara mendalam dengan informan-informan yang telah dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, keterlibatan masyarakat dalam program kegiatan yang difasilitasi KFCP telah menghasilkan adanya paradoks dalam kehidupan masyarakat. Dari sisi pemberdayaan, KFCP mampu melibatkan masyarakat lokal melalui perekrutan tenaga kerja. Namun demikian, kegiatan tersebut justru lebih bernuansa pemerdayaan terhadap masyarakat, khususnya perempuan. Perempuan hanya dilibatkan dalam sebagian kecil program, yakni program pembibitan. Sementara isu kesetaraan gender yang diangkat oleh KFCP dalam implementasi program, belum mampu merangkul setiap lapisan masyarakat. Siasat yang dilakukan oleh perempuan Kalumpang pun bervariasi dalam menghadapi program REDD+. Ada yang begitu antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, ada pula yang kemudian meninggalkannya dan kembali pada aktivitas awal.
This research aimed to uncover and describing the role and strategy of Kalumpang women in DA-REDD+ program, that facilitated by KFCP. Ecofeminism approach used to finding Kalumpang women strategy, of looking at and treating nature. This approach is also intended to review the extent to which women's Kalumpang involvement in the DA-REDD+ KFCP. DA-REDD+ KFCP pilot project is one of the global framework related to climate change mitigation, saving the environment, by integrating the economics and sustainable prosperity through carbon stocks. The research was conducted in the Kalumpang village, Mantangai Kapuas District of Central Kalimantan Province, with an ethnographic approach. The data obtained by observation, participation observations, documentations, studies secondary data and in-depth interviews with informants who have been. The result showed that community involvement in program activities facilitated KFCP has produced a paradox in community life. In terms of empowerment, KFCP able to involve local communities through recruitment. However, these activities are even more nuanced pemerdayaan on society, especially women. Women are involved in a small part program, the nursery program. While gender equality issues who was appointed by KFCP in the implementation of the program, has not been able to embrace all levels of society. Strategy undertaken by women Kalumpang also varies confront of the REDD+ program. There are so enthusiastic to follow each set of activities, some are then left and returned at the beginning of the activity.
Kata Kunci : Peran Perempuan, Ekofeminisme, REDD+, KFCP