INDUSTRI OTOMOTIF THAILAND DAN INDONESIA: ANALISIS RENT
ENGGAR FURI HERDIANTO, Dr. Nanang Pamudji Mugasedjati
2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan InternasionalIndustri otomotif merupakan industri berteknologi tinggi dengan banyak keterkaitan terhadap industri lainnya. Tidak hanya terkait dengan industri baja, namun industri ini juga terkait dengan industri lain seperti karet, kaca, hingga elektronik. Hal ini yang mendorong banyak negara untuk turut mengembangkan industri otomotif di negaranya, termasuk di negara-negara Asia Tenggara. Didominasinya pasar otomotif Asia Tenggara oleh Thailand dan Indonesia tentu saja membuat kedua negara tersebut terus mendorong perkembangan industri otomotifnya. Thailand yang terkenal memiliki ambisi untuk menjadi Detroit of Asia selalu berhasil meraih jumlah produksi kendaraan tertinggi di kawasan tiap tahunnya setelah kepulihan ekonomi nasionalnya. Di sisi lain, Indonesia juga mengalami pertumbuhan produksi kendaraan dengan pesat, dan telah berhasil mengalahkan Malaysia di tahun 2008. Meski keduanya memiliki strategi yang mirip dengan bertumpu pada investasi para prinsipal otomotif global, hingga saat ini Thailand masih menjadi salah satu pilihan utama bagi para prinsipal dalam pengembangan dan produksi kendaraan. Sedang bagi Indonesia hanya dikhususkan untuk produksi dan pengembangan kendaraan MPV saja, yang mana memang merupakan pasar terbesar domestiknya. Tesis ini akan membahas efektivitas upgrading industri otomotif Thailand dan Indonesia melalui prespektif global value chain, serta pelajaran apa yang dapat Indonesia dapat pelajari dari perkembangan Thailand.
Automotive industry is a high technology one which is interconnected with other industries. Not only interconnected with steel industry, automotive industry is also interconnected with glass industry, rubber, and even electronic industry. This advantages has successfully attracted many countries to develop their auto industry, including Southeast Asia countries. Dominated by Thailand and Indonesia auto market, both countries have been a focus for auto development in the region. As the biggest auto producer in the region, Thailand is well known of its vision to become a Detroit of Asia, and it is still leading the auto industry in Southeast Asia. Slightly different, Indonesia has taken international attention by its auto production increase, which could pass Malaysia’s production as runner up in 2008. Even though both countries have similar strategies by depending on global auto principal’s investment, Thailand is still considered as main option for developing and producing vehicle. Indonesia’s is still focused on developing and producing mainly MPV, which is the most selling vehicle in the country. This thesis will discuss more on the effectiveness of Thailand and Indonesia auto industry upgrading process, and what can Indonesia learn from Thailand’s development.
Kata Kunci : Ekonomi Politik, Thailand, Indonesia, Industri Otomotif, Upgrading, Global Value Chain