Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN RINGAN KARIOGENIK, FREKUENSI DAN WAKTU MENYIKAT GIGI DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK

MUHAMAD FAJRI ADDAI, dr. Sumadiyono, Sp.A(K)

2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2004, prevalensi karies gigi sebesar 90,05%. Karies merupakan penyakit jaringan keras gigi (email, dentin, dan sementum) yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang diragikan dan ditandai dengan adanya demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan bahan organiknya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara konsumsi makanan ringan kariogenik, frekuensi, waktu menyikat gigi dengan karies gigi pada anak Sekolah Dasar Negeri Bangirejo, Sinduadi Timur, dan Tajem Yogyakarta. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan cross sectional. Subyek yang terlibat dalam penelitian adalah siswa-siswi kelas II sampai dengan kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Bangirejo, Sinduadi Timur, dan Tajem Yogyakarta sebanyak 110 anak. Sampel dipilih dengan cara consecutive sampling. Variabel bebas adalah frekuensi konsumsi makanan ringan kariogenik, frekuensi dan waktu menyikat gigi (sebelum tidur dan setelah makan) sedangkan variable terikatnya adalah ada tidaknya karies gigi. Data dianalisis dengan uji hipotesis X2 (Chi-square) dengan α = 0.005. Hasil: Hasil pemeriksaan gigi menunjukkan prevalensi karies gigi sebesar 75% (83 anak). Hasil uji statistik antara frekuensi konsumsi makanan ringan kariogenik dengan karies gigi menunjukkan p=0.886; frekuensi sikat gigi dengan karies gigi menunjukkan p=0.192; waktu menyikat gigi sebelum tidur dengan karies gigi menunjukkan p=0.506; menyikat gigi setelah makan dengan karies gigi menunjukkan p=0.032. Kesimpulan: Tidak adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi makanan ringan kariogenik, frekuensi menyikat gigi, dan menyikat gigi sebelum tidur dengan karies gigi (p>0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara menyikat gigi setelah makan dengan karies gigi (p<0,05).

Background: According to Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2004, the prevalence of dental caries was 90.05%. Caries is a disease of dental hard tissues (email, dentin, and cementum) which is caused by the activity of a microorganism in a fermented carbohydrates and characterized by demineralization of dental hard tissues, followed by damage to organic materials. Objective: To determine the relationship between the consumption of cariogenic snacks, frequency, and time of toothbrushing with dental caries in children of Bangirejo, East Sinduadi, and Tajem Elementary School in Yogyakarta. Method: This study was conducted using cross-sectional design. The subjects involved in the study were students of second to sixth grade of Bangirejo, East Sinduadi, and Tajem State Primary School Yogyakarta as many as 110 children. The samples were selected by consecutive sampling. The independent variable were the frequency of consumption of cariogenic snacks, frequency and time of toothbrushing (before bed and after eating), while the dependent variable is the presence or absence of dental caries. Data were analyzed by the X2 (chi square) test to test the hypothesis with α = 0.005. Result: The results showed the prevalence of dental caries was 75% (83 children). Results of statistical test between the frequency of consumption of cariogenic snacks with dental caries showed p = 0.886; frequency of toothbrushing with dental caries showed p = 0.192; toothbrushing before bed with dental caries showed p = 0.506; toothbrushing after eating with dental caries showed p = 0.032. Conclusion: There was no significant relationship between the frequency of cariogenic snacks, frequency of toothbrushing, and toothbrushing before bed with dental caries (p> 0,05). There was a significant relationship between toothbrushing after eating with dental caries (p <0,05).

Kata Kunci : Karies gigi – konsumsi makanan kariogenik – frekuensi menyikat gigi – waktu menyikat gigi – anak sekolah dasar.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.