Laporkan Masalah

TINJAUAN TERHADAP NOTARIS YANG DIBERHENTIKAN DARI JABATANNYA SECARA TIDAK HORMAT KARENA PERNYATAAN PAILIT

IRWAN GOZALI, Ninik Darmini, S.H, M.Hum.

2013 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dan mengkaji tentang kecakapan Notaris yang dinyatakan pailit dalam lapangan harta kekayaan dalam menjalankan kewenangannya sebagai pejabat umum dan untuk mengetahui tentang pengangkatan kembali Notaris yang telah dinyatakan pailit dan telah diberhentikan secara tidak hormat. Penelitian ini menggunakan penelitian yang bersifat yuridis normatif. Penelitian yuridis normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan yang bersumber dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi atau kepustakaan yaitu dengan membaca, mempelajari, meneliti, mengidentifikasi dan menganalisa data sekunder yang berkaitan dengan penelitian ini. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat dikemukakan bahwa: 1). Seorang debitur (Notaris) yang dinyatakan pailit dalam lapangan harta kekayaan tidaklah kehilangan kecakapaannya dalam menjalankan kewenangannya sebagai pejabat umum, karena secara teoritis Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang sudah menyatakan bahwa akibat kepailitan hanya menyangkut pada harta kekayaannya saja, tidak pada diri pribadinya. 2). Notaris yang dinyatakan pailit dan sudah diberhentikan secara tidak hormat dapat diangkat kembali Notaris yang sudah dinyatakan pailit dan sudah diberhentikan secara tidak hormat dapat diangkat kembali menjadi Notaris, karena secara teoritis Notaris tidak kehilangan kewenangannya sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 15 UUJN.

This study aims to find out and learn about the competence Notary Public who declared bankrupt in the property field in running its authority as a public official and to find out about the reappointment of notaries who have been declared bankrupt and was dishonorably discharged. This study uses normative juridical research. Normative research is conducted legal research to examine how library materials or secondary data. This type of research is the research library derived from primary legal materials, legal materials and secondary legal materials tertiary. Data collection tool used is the study documentation or literature that is by reading, studying, researching, identifying and analyzing secondary data related to this study. Then the data were analyzed using qualitative methods. Based on the results of research and discussion, it can be stated that: 1). A debtor (Notary) is declared bankrupt in the field of wealth is not lost their reliabilities in running its authority as a public official, because theoretically Act No. 37 of 2004 on Bankruptcy and Suspension of Payment has stated that due to bankruptcy concerns only on wealth alone, not the personal self. 2). Notary who has been declared bankrupt and was dishonorably discharged can be re-elected as Notaries, because theoretically Notary not lose its authority as stated in Article 15 UUJN.

Kata Kunci : Notaris, diberhentikan, tidak hormat, kepailitan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.