Laporkan Masalah

STANDARISASI EKSTRAK ETANOL Curcuma domestica Val. DAN Tithonia diversifolia (Hemsley) A.GRAY DAN PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL Curcuma domestica Val. dan Tithonia diversifolia (Hemsley) A.GRAY TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI MAMA, GINJAL DAN HATI TERHADAP TIKUS MODEL KANKER MAMA

BAMBANG NUGROHO, Prof.Mae Sri Hartati Wahyuningsih, M.Si, Apt.

2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang : Daun kembang bulan [Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray] dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) memiliki senyawa bioaktif yang dapat dijadikan kandidat obat antikanker. Penelitian in vitrotentang efek senyawa tersebut terhadap kanker kelenjar mama tidak pernah dilakukan sebelumnya. Pada penelitian ini juga dilakukan pengujian terhadap toksisitas ekstrak tersebut terhadap hati dan ginjal Tujuan : Mengkaji komponen aktif yang terkandung dalam ekstrak daun kembang bulan dan rimpang kunyit dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) Mengetahui pengaruh ekstrak etanol terstandar Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray dan Curcuma domestica Val. terhadap fungsi hati dan ginjal tikus betina galur SD. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental. 51 tikus betina yang diteliti dibagi menjadi 6 grup; grup tikus sehat (kontrol metode, n=6), grup doksorubisin (kontrolpositif, n=5), model kanker kelenjar mama (kontrol negatif, n=5), kombinasi ekstrak I (n=5), kombinasi ekstrak II (n=5), kombinasi ekstrak III (n=5), kombinasi ekstrak IV (n=5),kombinasi ekstrak V (n=5),kombinasi ekstrak VI (n=5),. Standarisasi ekstrak daun kembang bulan dan ekstrak rimpang kunyit dilakukan dengan metode KLT. DMBA yang digunakan untukmenginisiasi kanker kelenjar mama diberikan 2 kali dalam satu minggu selama lima minggu. Pada kelompok kuratif (kombinasi ekstrak I, II, dan III), Setelah kanker kelenjar mama yang dapat dipalpasi muncul, kombinasi grup ekstrak diberikan kombinasi ekstrak etanol daun kembang bulan dan rimpang kunyit 2 kali dalam sehari selama 4 minggu per oral dengan dosis masing-masing 40:150 mg/kgBB, 80:150 mg/kgBB, 160:150 mg/kgBB. Grup doksorubisin diberikan 0,032mg/20gBB intraperitoneal sekali dalam sehari selama 4 minggu. Sedangkan pada kelompok preventif (kombinasi ektrak VI, V dan VI), ekstrak diberikan dari awal perlakuan, selanjutnya DMBA diberikan untuk menginisiasi kanker. Pada hari ke 63, tikus dietanasi untukk mendapatkan spesimen. Hasil : Ekstrak daun kembang bulan mengandung komponen aktif tagitinin dengan Rf0,56 pada perbandingan 1:1 (wash benzene:etil asetat) dan Rf 0,28 pada perbandingan 2:1. Esktrak rimpang kunyit mengandung komponen aktif kurkumin dengan Rf 0,56 padaperbandingan 1:1 dan Rf 0,28 pada perbandingan 2:1. Hasil pemeriksaan histopatologi kelenjar mama antara kelompok perlakuan kuratif (kombinasi ekstrak etanol daun kembang bulan dan rimpang kunyit dengan perbandingan dosis 40:150 mg/kgBB, 160:150 mg/kgBB) dan grup kontrol menunjukkan bahwa grup perlakuan lebih baik dibanding kontrol negatif, tetapi kombinasi ekstrak II (80:150 mg/KgBB) menunjukkan komplikasi.Pemeriksaan histopatologi dari kelompok preventif juga menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding kelompok kontrol negatif. Pemeriksaan histopatologi hati dan ginjal juga menunjukkan hasil yang sama baiknya dengan kelompok kontrol positif Kesimpulan : Ekstrak etanol terstandar daun kembang bulan dan rimpang kunyit mengandung komponen aktif tagitinin dan kurkumin.Senyawa hasil ekstrak etanol daun kembang bulan dan rimpang kunyit memiliki pengaruh yang lebih biak terhadap kanker kelenjar mama dibanding kontrol negatif. Ekstrak tersebut juga menunjukkan tidak adanya toksisitas terhadap hati dan ginjal dari Tikus Spragur Dawley betina. Tetapi penelitian lebih lanjut dibutuhkan pada kombinasi ekstrak II (dosis 80:150 mg/KgBB) untuk menentukan apakah komplikasi yang terjadi disebabkan karena pemberian ekstrak atau faktor lain.

Background : Both kembang bulan leave [Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray] and turmeric rhizome (Curcuma domestica Val.) have bioactive compound which are an anticancer drug candidate. However, in vitro study about the effect of those to breast cancer has never been carried out. This study also test the toxicity of those extract in liver and kidney. Objectives : To examine active compound in kembang bulan leave extract and turmeric rhizome extract by thin layer chromatography (TLC) method. To determine the effect of standardized ethanol extract [Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray] and (Curcuma domestica Val.) compound to Sprague Dawley female rats histopathology picture of breast, liver and kidney. Methods : This research used quasi experimental study design with post test with control group design. There were 51 female rats divided into 6 groups; healthy group (method control, n=6), doxorubicin group (positive control, n=5), breast cancer model (negative control, (n=5), extract combination I (n=5), extract combination II (n=5), extract combination III (n=5), extract combination IV (n=5), extract combination V (n=5), and extract combination VI (n=5). Combination of kembang bulan leave extract and turmeric rhizome extract was standardized with TLC method. DMBA used to initiate breast cancer was given twice a week for 5 weeks. In curative experiment study, after palpable breast cancer was showed up, the combination extract groups (combination extract I, II, and III) were given ethanol extract combination of kembang bulan leave and turmeric rhizome for twice a day for 4 weeks orally with dosage ratio40:150 mg/kgBW, 80:150 mg/kgBW, 160:150 mg/kgBW, respectively. Doxorubicin group was given 0,032mg/20gBW intraperitoneally once a day for 4 weeks. Whereas in preventive group (combination extract IV, V, and VI), the extract were given from the start, afterward DMBA was given to initiate breast cancer.At day 63, the rat was killed to get the specimen. Results : Kembang Bulan leave extract has active compound of tagitinin with Rf 0,56 in 1:1 comparison (of wash benzene:etil acetat) and Rf 0,28 in 2:1 comparison. Turmeric rhizome extract has the active compound of curcumin with Rf 0,56 in 1:1 comparison and Rf0,28 in 2:1 comparison. The result of breast histopathologic examination between curative treatment groups (etanol extract combination of kembang bulan leave and turmeric rhizome with dosage comparison of 40:150 mg/kgBB, 160:150 mg/kgBB) and control groups showed that the treatment group were better than the negative control, but the extract combination II (80:150 mg/kgBB) showed some complication. Histopathologic examination of preventive group also showed better result than negative control. Histopathologic examination of liver and kidney also showed resuly as good as positive control group. Conclusion : Standardized ethanol extract of kembang bulan leave and turmeric rhizome have the active component of tagitinin and curcumin. Ethanol extract compound of kembang bulan leave and turmeric rhizome has better effect to breast cancer than negative control. Those extract also showed no toxicity to liver and kidney of Sprague Dawley female rat. But further study needed for extract combination II (dosage 80:150 mg/kgBB) to determine whether the complication is because the extract or other factor.

Kata Kunci : Kanker kelenjar mama – ekstrak etanol terstandar– Tithonia diversifolia - Curcuma domestica – gambaran histopatologi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.