Laporkan Masalah

ANALISIS TINDAK TUTUR KOMISIF DALAM SERIAL KOMEDI THE OFFICE

Rusmiyati, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.

2013 | Tesis | S2 Linguistik

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui Dirjen PHKA cq Direktorat PJLK2HL bekerjasama dengan WWF Indonesia telah menetapkan DAs REDD+ TNS sebagai salah model percontohan untuk melaksanakan REDD+. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi emisi karbon di kawasan hutan rawa gambut. Pelaksanaan program ini akan melibatkan masyarakat yang berada di sekitar lokasi DAs tersebut. Untuk itu perlu diketahui secara komprehensif tentang: 1). Kondisi sosial-ekonomi, 2). persepsi masyarakat, serta 3). hubungan antara kondisi sosial-ekonomi dan persepsi masyarakat untuk merumuskan prioritas kebijakan yang berpihak pada masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode survey. Lokasi penelitian adalah 6 (enam) dusun dan 2 (dua) desa yang berada di sekitar DAs REDD+ TNS. Responden penelitian dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. yaitu masyarakat sekitar DAs REDD+ TNS yang sudah pernah menerima sosialisasi tentang REDD+ dan para ahli dan praktisi yang berasal dari Kementerian Kehutanan RI dan WWF Kalteng untuk penentuan prioritas kebijakan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Kondisi sosial ekonomi dianalisis dengan metode analisis deskriptif, persepsi masyarakat dianalisis dengan metode Crosstab. Hubungan antara kondisi sosial-ekonomi dan persepsi masyarakat dianalisis dengan uji Rank Spearman dan analisis untuk penentuan prioritas kebijakan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Dalam penelitian ini ditemukan: 1). Kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitar di lokasi DAs REDD+ TNS sebagian besar berada dalam keadaan yang layak untuk menjalankan kegiatan dalam rencana implementasi DAs REDD+ TNS; 2). Persepsi positif masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan dalam rencana implementasi DAs REDD+ TNS yaitu pada tahapan penyusunan baseline karbon, MRV dan validasi, peningkatan kapasitas, pelaksanaan pengurangan emisi serta monitoring dan evaluasi. Hanya satu tahapan yang didominasi oleh persepsi negatif yaitu tahapan penguatan kelembagaan; 3). Berdasarkan keeratan, arah dan signifikasi hubungan ditemukan 8 (delapan) tipe/jenis hubungan antara kondisi sosial-ekonomi dan persepsi masyarakat terhadap rencana implementasi DAs REDD+ TNS; 4). Tahapan rencana implementasi DAs REDD+ TNS yang akan menjadi prioritas kebijakan sebagai sasaran utama dalam implementasi DAs REDD+ TNS berdasarkan pertimbangan hubungan antara kondisi sosial-ekonomi dan persepsi masyarakat adalah tahapan penguatan kelembagaan dengan kriteria utama yaitu faktor pendidikan.

The Ministry of Forestry Republic of Indonesia through the Directorate General of Forest Protection and Nature Conservation (FPNC) cq Directorate PJLK2HL in collaboration with WWF Indonesia has established SNP REDD+ DAs as a pilot model for REDD+. It is intended to reduce carbon emissions in the area of peat swamp forest. Implementation of this program will involve the community arround the DAs location. For that we need a comprehensive note on: 1). Socio-economic conditions, 2). community perception, and 3). the relationship between socio-economic conditions and perceptions to formulate policy priorities in favor of the local community. This research used survey method. The research location are six hamlet, and two villages around the SNP REDD+ DAs site. Respondents were selected using purposive sampling technique. the people responden arround SNP REDD+ DAs are whose have received the socialization of REDD+. For determination of policy priorities, the experts are scientist and practitioners from the Ministry of Forestry and WWF Central Kalimantan. Collecting data using questionnaires . Socio-economic conditions in the analysis by descriptive analysis methods , Community perception is analyzed by the Crosstab method. The relationship between socio-economic conditions and perceptions were analyzed with Spearman Rank test and analysis for policy priorities using AHP ( Analytical Hierarchy Process ) . In this research found: 1). Socio-economic conditions of the community around the SNP REDD+ DAs are mostly in appropriate circumstances to carry out activities in SNP REDD+ DAs implementation plan; 2). Positive perceptions of the community to activities in SNP REDD+ DAs implementation plan are preparation of carbon baseline stage, MRV and validation, capacity building, implementation of emission reduction and monitoring and evaluation. Only institutional strengthening phase got negative perception; 3). Based on the closeness, direction and significance of the relationship between socio-economic conditions and community perceptions found nine (9) types of relations.; 4). Phases of SNP REDD+ DAs implementation plan would be a policy priority as the main target in the implementation under consideration of relationship between socio-economic conditions and cummunity perception is institutional strengthening phase with the main criteria is the educational factor.

Kata Kunci : DAs REDD+ TNS, Kondisi Sosial-Ekonomi, Persepsi masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.