Laporkan Masalah

PELAKSANAAN HIBAH ORANG TUA KEPADA ANAK PADA MASYARAKAT BAYEN DESA PURWOMARTANI KABUPATEN SLEMAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM

EMI FITRIYA HARAHAP, Destri Budi Nugraheni, S.H., M.SI

2013 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pelaksanaan hibah orang tua kepada anak yang terjadi pada masyarakat Pedukuhan Bayen dan untuk mengetahui akibat hukum dari pelaksanaan hibah tersebut, ditinjau dari hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris, yang menitikberatkan pada penelitian lapangan guna memperoleh data primer disamping menggunakan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran bahan kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelusuran bahan kepustakaan guna memperoleh data sekunder dengan cara mengumpulkan dan mempelajari bahan hukum yang bersumber pada bahan hukum primer dan sekunder. Penelitian lapangan guna memperoleh data primer melalui wawancara secara langsung dengan para responden dan narasumber. Setelah seluruh data terkumpul kemudian dianalis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibah orang tua kepada anak pada masyarakat Pedukuhan Bayen diberikan kepada semua anak dengan memperhatikan aspek keadilan. Hibah berupa benda tidak bergerak, tanpa batasan jumlah pemberian dan dilaksanakan secara lisan dengan tujuan pembagian harta warisan agar objek hibah dapat segera dimanfaatkan demi kesejahteraan hidup anak-anaknya. Ditinjau dari hukum Islam hibah orang tua kepada anak pada masyarakat Pedukuhan Bayen tidak menyalahi ketentuan hukum yang berlaku serta telah memenuhi rukun dan syarat hibah, sehingga hibah tersebut sah dan memiliki akibat hukum. Oleh karena itu objek hibah sepenuhnya menjadi milik penerima hibah. Hibah diperhitungkan sebagai warisan apabila hibah tersebut tidak disepakati oleh ahli waris lainnya.

This research was intended to identify implementation of parent’s grant to their children occurring at Bayen society and to identity legal consequence of the grant in Islamic law perspective. It used juridical empirical researches, which focus in field study to obtain primary data besides using secondary data. Data were collected through literary material and field study. Literary material investigation is to get secondary data by collecting and studying law material from primary and secondary law material. Field study was conducted to obtain primary data through direct interview with respondents and informants. All the collected data were analyzed using qualitative analysis. The results indicated that parent’s grant to their children at Bayen society is grant from parent to all children with fairness aspect. Grant of unmovable thing, without grant limitation and is done orally to divide inheritance wealth so the grant object can be used immediately for their children life. From Islamic law perspective, grant from parent to their children in Bayen society do not violate existing law and have met grant principle and condition. Therefore, the grant is valid and has legal consequence. So, grant object do fully belong to grantee. Grant is considered as heritage if not agreed by the other inheritor.

Kata Kunci : Hibah, Waris Islam, Hukum Islam, Grant, Islamic Inheritance, Islamic Law

  1. S2-HKM-2013-Emi_Fitriya_Harahap-ABSTRACT.pdf  
  2. S2-HKM-2013-Emi_Fitriya_Harahap-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S2-HKM-2013-Emi_Fitriya_Harahap-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. S2-HKM-2013-Emi_Fitriya_Harahap-TITLE.pdf