Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN DIAPER DAYA SERAP TINGGI DENGAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA ANAK

Helmi Tri Puji Lestari, dr. Pungky Ardanikusuma, Sp.AK.

2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang serius dan penting pada anak. Puncak kejadiannya adalah selama masa bayi dan periode toilet training, dimana masa itu merupakan periode terbanyak pengguna diaper. Namun, bagaimana pengaruh diaper terhadap angka kejadian ISK masih menjadi perdebatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan diaper daya serap tinggi dengan angka kejadian ISK pada anak. Penelitian ini menggunakan design kohort prospektif. Sampel penelitian adalah anak yang menggunakan diaper daya serap tinggi setiap hari dan bersekolah di kelompok bermain, tempat pengasuhan anak atau berobat ke posyandu di wilayah Kota Yogyakarta selama periode Agustus-September 2011. Sampel penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu anak yang menggunakan diaper lebih dari 4 jam perhari (Group I) dan anak yang menggunakan diaper kurang dari 4 jam perhari (Group II). Seratus delapan puluh anak diikutkan dalam penelitian ini. Sampel yang mengalami ISK di group I sebanyak 26 anak (28,9%) sedangkan di group II sebanyak 9 anak (10%). Analisis multivariat menunjukkan bahwa lama penggunaan diaper lebih dari 4 jam perhari meningkatkan risiko ISK secara signifikan dibandingkan penggunaan diaper daya serap tinggi kurang dari 4 jam perhari dengan nilai RR 3,65 (95%IK 1,601-8,350). Perempuan yang menggunakan diaper lebih dari 4 jam perhari berisiko lebih tinggi terhadap ISK dibandingkan laki-laki (nilai P<0.0001). Analisis Mantel Haenzel menunjukkan RR untuk perempuan adalah 3.13 (95%IK 1,50-6,55) sedangkan laki-laki adalah 1,56 (95%IK 0,27-8,94). Lama penggunaan diaper > 4 jam perhari meningkatkan risiko terhadap ISK dibandingkan lama penggunaan diaper < 4 jam perhari, terutama pada perempuan.

Urinary tract infection (UTI) is an important infection in children. Its highest prevalence takes place during infancy and toilet training period in which most infants use diaper. However, the impact of the diaper use on UTI has been conflicting. The aim of this study was to understand the correlation between duration of superabsorbent diaper usage with incidence of UTI in children. We performed a prospective cohort study from August-September 2011. We recruited children who used diaper everyday, went to play group or posyandu at Yogyakarta. Subjects were divided into 2 groups. We compared the incidence of UTI among children who used diaper >4 hours per day (group I) and those who used ≤4 hours per day (group II). There were 180 children included in this study. Out of 90 children in group I, 26 (28,9%) had UTI whereas 9 (10%) of 90 children from group II had UTI. Multivariate analysis showed that UTI was significantly higher in children who used diaper >4 hours per day compared to children who used diaper ≤4 hours per day (RR 3,65; 95%CI 1,60-8,35). The Mantel Haenzel analysis showed that the risk ratio for girls was 3,13 (95%CI 1,50-6,55) and boys was 1,56 (95%CI 0,27-8,94). The use of superabsorbent diaper >4 hours per day increased the risk of UTI 3,65 times compared with the use of ≤4 hours per day, especially for girls.

Kata Kunci : Diaper daya serap tinggi, durasi, faktor risiko, ISK


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.