INDEKS PALATAL KANINUS MAHASISWA INDONESIA DAN INDIA UNTUK IDENTIFIKASI RAS MONGGOLID DAN KAUKASID DI YOGYAKARTA
MUTIARA WIYANDARI, drg. Sara Afari Gadro, M. Kes.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Indonesia telah mengalami berbagai bencana, mulai dari bencana alam tsunami, gempa bumi Bantul, dan letusan Gunung Merapi hingga pengeboman JW Marriott dan kecelakaan pesawat Sukhoi. Bencana tersebut memakan banyak korban, baik itu penduduk lokal maupun luar negeri. Variasi destruksi pada korban sering menyulitkan dalam identifikasi jenazah saat di area bencana. Penentuan ras dapat membantu dalam identifikasi jenazah. Metode antropometri pada palatum dapat digunakan sebagai cara alternatif dalam identifikasi rasial, salah satunya indeks palatal kaninus. Tujuan: Mengetahui adanya perbedaan rasial indeks palatal kaninus mahasiswa Indonesia dan India. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional studi potong lintang dan deskriptif analitik. Hasil pengukuran indeks palatal kaninus yang didapat oleh peneliti digunakan sebagai data primer. Hasil: Didapat 111 subjek penelitian, terdiri dari 60 mahasiswa Indonesia dan 51 mahasiswa India. Hasil pengukuran indeks palatal kaninus mahasiswa Indonesia 65,16 ± 4,28, sedangkan mahasiswa India 61,4 ± 3,4. Analisa dengan uji t tidak berpasangan terdapat perbedaan bermakna indeks palatal kaninus antara mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa India (p < 0,05). Kesimpulan: Persentase Indeks palatal kaninus kelompok subjek penelitian mahasiswa Indonesia lebih besar dari pada kelompok subjek penelitian India. Indeks palatal kaninus dapat digunakan untuk identifikasi rasial pada mahasiswa Indonesia dan India.
Background: Indonesia has encountered various disasters, such as tsunami, Bantul earthquake, Merapi eruption and well as the incidence of Bali and JW Marriott bombing and Sukhoi passenger plane disaster. These disasters took lots of lives, either local people or foreigners. Variation of destruction in victims often brings difficulties in the identification of the corpses in the disaster area. Race characterization can help the identification of the corpses. Anthropometric method in the palate can be used as an alternative in race identification, such as index of canine palate. Objective: The aim of this study is to identify racial difference in index of canine palate between Indonesian and Indian students. Method: The study was an observation that used descriptive analytic method and cross sectional design. The result of canine palate index obtained by the researcher was used as primary data. Result: There were 111 subjects of the study, comprising 60 Indonesian students and 51 Indian students. The result of canine palate index measurement of Indonesian students was 65,16 ± 4,28; whereas canine palate index of Indian students was 61,4 ± 3,4. The result of independent t test analysis showed there was significant in canine palatal index between Indonesian students and Indian students (p < 0,05). Conclusion: Percentage of canine palatal index in Indonesian group was greater than in Indian group. Canine palatal index can be used to identify racial between the group of Indonesian students and Indian students.
Kata Kunci : bencana, identifikasi ras, palatum, indeks palatal kaninus, mahasiswa Indonesia dan India