PERBEDAAN PENGARUH IMPLANTASI SUBKUTAN KARBONAT APATIT DAN HIDROKSIAPATIT TERHADAP KUALITAS PERMUKAAN KONTAK BAHAN IMPLAN
VERONICA WULANDARI, dr. Dyah Listyarifah, M.Sc.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIHidroksiapatit (HA) dan karbonat apatit (CHA) merupakan bahan sintetik yang banyak digunakan sebagai implan tulang. Implan sintetik merupakan benda asing bagi tubuh yang dapat memicu reaksi inflamasi. Implan tulang juga akan berkontak dengan jaringan lunak, untuk itu uji biokompatibilitas di jaringan lunak diperlukan. Biokompatibilitas implan terhadap jaringan lunak salah satunya dapat dilihat dari kualitas permukaan kontak bahan implan berdasar skala tingkat histologis, yang diukur dengan melihat ada tidaknya sebaran makrofag dan sel raksasa benda asing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pengaruh implantasi subkutan HA dan CHA terhadap kualitas permukaan kontak bahan implan. Implan HA dan CHA dibuat cakram dengan diameter 6 mm dan tebal 0,8 mm. Lima belas ekor Rattus norvegicus dianestesi dengan menginjeksi ketamin hidroklorida 25mg/bb dan xylazine 3mg/bb secara intramuskular. Masing-masing tikus diimplankan HA di subkutan punggung kanan dan CHA pada sisi kiri. Setiap tiga ekor tikus dikorbankan pada hari ke 5, 7, 14, 21, dan 28. Implan diambil bersama jaringan di sekitarnya dan dibuat preparat histologis dengan pewarnaan hematoksilin eosin. Preparat diamati dengan mikroskop cahaya kekuatan 400x. Data hasil penelitian ini diuji dengan uji statistik nonparametrik Wilcoxon dan Kruskall-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Sel makrofag dan sel raksasa benda asing ditemukan pada permukaan implan HA di periode hari ke 7, 14, dan 21, sedangkan pada CHA tidak ditemukan di semua periode hari. Hasil menunjukan tidak terdapat perbedaan signifikan antara skor kualitas permukaan implan HA dan CHA (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah HA dan CHA menginduksi respon inflamasi dengan tingkat yang sama pada jaringan lunak.
Hydroxyapatite (HA) and carbonate apatite (CHA) are a synthetic material that have been widely used as a bone implant material. Synthetic implant is a foreign object in the body that can trigger inflammatory reactions. Bone implants are not only contact to the bone but also the soft tissue, therefore biocompatibility test in soft tissue is required. Soft tissue biocompatibility of the implant can be evaluated from interface quality of the implant materials based on histological grading scale, which is measured by the presence of macrophages and foreign body giant cells. The aim of this study was to evaluate the different effect of subcutaneous implantation HA and CHA based on the interface quality of the implant material. Discs of HA and CHA implants were made with a diameter of 6 mm and 0.8 mm thick. Fifteen Rattus norvegicus were anesthetized by ketamine hydrochloride 25mg/bb and xylazine 3mg/bb intramuscularly. Each rat were implanted HA subcutaneously on the right back and CHA on the left side. Every three rats were sacrificed on day 5, 7, 14, 21, and 28. The sections were prepared from each remain implants with surrounding tissue, stained with haematoxylin eosin, and examined by light microscopy with 400x magnification. The data were analyzed with Wilcoxon and Kruskal-Wallis nonparametric statistics, then followed by the Mann-Whitney test. Macrophages and foreign body giant cells were found on the interface of HA implants in day 7, 14, and 21, whereas not found on CHA in all periods of the day. There is no significant differences of interface quality score between the CHA and HA implant (p>0,05). The conclusion of this study was HA and CHA induced inflammatory response at the same level on soft tissue.
Kata Kunci : hidroksiapatit, karbonat apatit, biokompatibilitas, kualitas permukaan implan, implantasi subkutan