KUALITAS GURU SEKOLAH DASAR STUDI PERBANDINGAN ANTARA SUMATERA DENGAN JAWA (Analisis Data Survei Governance dan Desentralisasi 2 2006)
HARMADA JUNIANTO SIBUEA, Dr. Partini, S.U.
2013 | Tesis | S2 Mag.Studi KebijakanKualitas guru akhir-akhir ini semakin mendapat perhatian. Selain karena menjadi komponen terbesar yang menyerap anggaran pendidikan,juga karena kualitasnya yang ditengarai rendah. Rendahnya kualitas pendidikan saat ini bahkan disebut sebagai akibat dari rendahnya kualitas guru. Studi ini menggunakan data Survei Governance Dan Desentralisasi-2 tahun 2006 dengan pemilihan lokasi di Jawa dan di Sumatera. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas, karakteristik sosiodemografi dan kualifikasi guru sekolah dasar serta untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas guru di Sumatera dan di Jawa. Kualitas guru dibangun dari enam komponen: kreatifitas mengajar, inovasi mengajar, persiapan mengajar, penggunaan alat bantu dan contoh dalam mengajar, perhatian guru terhadap ketidakhadiran siswa dan komunikasi guru dengan orangtua siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis bivariabel dengan menggunakan uji chi-square (χ2). Hasil penelitian ini menemukan bahwa kualitas guru di Sumatera dan Jawa secara umum masih rendah, terutama dalam hal kreatifitas dan inovasi mengajar, minimnya persiapan guru sehingga cenderung mengulang pelajaran yang lampau serta minimnya komunikasi yang dibangun guru dengan orangtua siswa. Keunggulan guru SD di Sumatera dan Jawa adalah dalam hal penggunaan alat bantu dan contoh untuk memudahkan siswa memahami materi ajar serta kepedulian guru terhadap ketidakhadiran siswa di kelas. Kualitas guru SD di Jawa secara umum lebih baik dibanding di Sumatera, terutama dalam hal kreatifitas dan inovasi mengajar serta kepedulian terhadap kehadiran siswa. Sedangkan guru SD di Sumatera lebih baik dalam hal pengalokasian waktu untuk persiapan mengajar. Modal manusia dan modal sosial sebagai modal penting peningkatan kualitas guru belum dimanfaatkan secara maksimal oleh guru. Pendidikan dan pelatihan yang rendah menyumbang rendahnya kualitas guru. Sementara penghasilan dan pengalaman guru tidak memiliki dampak signifikan terhadap kualitas guru, terutama guru SD di Sumatera. Jaringan sosial yang terinstitusionalisasi dalam bentuk KKG tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas. Ketidakpatuhan guru terhadap norma persiapan mengajar mengakibatkan kualitas mengajar guru rendah.
The quality of teachers lately has increasingly gained attention. In addition to its being the largest component of the education budget to absorb, as well as the quality is considered low. The low quality of education at this time was even called as a result of the poor quality of teachers. This study used data Governance and Decentralization Survey-2 in 2006 with the selection of the location in Java and Sumatra. The purpose of this study was to analyze the quality, sociodemographic characteristics and qualifications of primary school teachers as well as to analyze the factors that affect the quality of teachers in Sumatra and Java. Teacher quality is built of six components: creative teaching, teaching innovation, teaching preparation, use of tools and examples in teaching, teachers' attention to student absenteeism and teacher communication with parents. The analysis technique used is descriptive analysis and bivariate analysis using chi-square test (χ2). Results of this study found that the quality of teachers in Sumatra and Java in general is still low, especially in terms of creativity and innovation of teaching, lack of teacher preparation that tends to repeat the lessons of yesteryear as well as the lack of communication with parents teachers built. Elementary teacher excellence in Sumatra and Java is in the use of tools and examples to facilitate students 'understanding of teaching materials and teachers' awareness of the absence of students in the class. The quality of primary school teachers in Java is generally better than in Sumatra, especially in terms of creativity and innovation of teaching and concern for student attendance. While elementary school teachers in Sumatra better in terms of allocation of time for teaching preparation. Human capital and social capital as an important capital improvement of the quality of teachers has not been fully utilized by the teacher. Low education and training accounts for the poor quality of teachers. While income and experience of teachers do not have a significant impact on the quality of teachers, especially elementary teachers in Sumatra. Social networks are institutionalized in the form of KKG are not utilized to improve quality. Poor adherence to the norms of teacher preparation teachers teach teaching resulted in low quality.
Kata Kunci : kualitas guru, karakteristik sosiodemografi, kualifikasi guru, modal manusia, modal sosial