PERKIRAAN INTENSITAS MAKSIMUM GEMPABUMI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Studi Kasus Gempa Jogja 27 Mei 2006
ALI IMRAN, Dr. Waluyo
2013 | Tesis | S2 Ilmu FisikaTelah dilakukan Perkiraan Intensitas Maksimum melalui analisis gelombang Rayleigh sumber Gempa Jogja 27 Mei 2006 (Waktu Kejadian: 05:53:58WIB) dan berdasarkan kajian data empiris gempabumi dirasakan di wilayah DIY tahun 1937-2011. Tingkat kestabilan tanah yang diasosiasikan dengan resiko kerusakan, ditentukan berdasarkan nilai PGA dan Intensitas Maksimum yang dipetakan berdasarkan Klasifikasi Fauzi (2005). Guna menguatkan informasi tersebut, berdasarkan Klasifikasi JRA (1980), dilakukan pemetaan terhadap atribut hasil kajian Mikrotremor; berupa peta Periode Dominan (Tg), Amplifikasi (Ag), serta Indeks Kerentanan Seismik (Kg). Diperoleh nilai PGA Maksimum di wilayah DIY cendrung variatif, di mana di tempat berbeda, resiko kerusakan juga berbeda. Resiko kerusakan terbesar terutama meliputi Kecamatan Kretek, Pundong, Imogiri, Plered, Piyungan, dan Perambanan, yang membentuk busur relatif arah Barat Daya-Timur Laut. Pola yang hampir sama ditunjukkan berdasarkan peta atribut hasil kajian Mikrotremor. Nilai PGA Maksimum Metode Kanai (Klasifikasi Fauzi, 2001) di sepanjang busur tersebut terhitung lebih dari 600gal dengan nilai Intensitas Maksimum sebesar IX MMI (rumus Wald, 1999). Modifikasi Formula Richter dan Kanai menghasilkan Formula lokal yakni IIRJogja dan IIKJogja. Gabungan Formula tersebut guna Perkiraan Intensitas Maksimum sebagaimana terhadap kasus Gempa Jogja 27 Mei 2006. Mengacu pada peta PGA Maksimum Metode Mc Guire dan Metode Kanai, peta atribut hasil kajian Mikrotremor, serta informasi geologi lokal; Perkiraan Intensitas Maksimum dapat dilakukan di setiap kasus gempabumi yang terjadi di wilayah DIY.
-
Kata Kunci : -