DAYA ANTIBAKTERI KOMBINASI CHITOSAN-MINYAK ATSIRI KAYU MANIS TERHADAP STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS DAN PSEUDOMONAS AERUGINOSA SECARA IN VITRO
KRISTINE BR BERUTU, dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang : Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri yang menjadi agen penting penyebab infeksi nosokomial dan sepsis. Penggunaan alat-alat implan di tubuh menyebabkan terjadinya peningkatan angka infeksi akibat bakteri tersebut. Bakteri-bakteri ini memiliki tingkat resistensi yang tinggi terhadap berbagai antibiotik sehingga banyak penyakit infeksi yang gagal ditanggulangi dengan antibiotika yang sudah ada. Untuk itulah perlu dilakukan penelitian mengenai antimikroba baru yang berasal dari alam, misalnya chitosan dan minyak atsiri kayu manis. Tujuan : Mengetahui daya antibakteri dari kombinasi chitosan-minyak atsiri kayu manis terhadap S. epidermidis dan P. aeruginosa dan adakah efek sinergis atau antagonis dari kedua senyawa tersebut. Metode : Deskriptif eksperimental. Subjek penelitian adalah chitosan dan minyak atsiri kayu manis serta bakteri uji berupa isolat S. epidermidis dan P. aeruginosa. Untuk mengetahui kadar hambat minimum dari kedua senyawa tersebut terhadap kedua bakteri, dilakukan uji chequerboard. Hasil : Kadar hambat minimum chitosan kombinasi terhadap S.epidermidis 64, S.epidermidis 236 adalah 0,00078 μg/ml, S.epidermidis 134 adalah 0,1 μg/ml, dan P.aeruginosa 958, P.aeruginosa 1105 adalah 6,25 μg/ml. Sedangkan minyak atsiri kombinasi yang dibutuhkan untuk menghambat semua bakteri tersebut adalah sama yaitu 0,0156%. Konsentrasi hambat fraksional indeks untuk semua bakteri memiliki nilai ≤ 5 sehingga dikatakan terjadi aktivitas sinergi dari kedua senyawa tersebut. Kesimpulan : Kombinasi chitosan-minyak atsiri kayu manis dapat menghambat pertumbuhan S. epidermidis dan P. aeruginosa dengan konsentrasi yang lebih kecil dari konsentrasi penggunaan tunggal dan kedua senyawa tersebut memiliki aktivitas sinergis.
Background : Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa are important bacterial that responsible for nasocomial infection and septic. Implant devices in the body can increase the number of infection caused those bacterial. These bacterial highly resistance to several antibiotics so there are diseases that difficult to treat with antibiotics that have been exist. That’s the reason why the reaserch about antimicrobial derived from nature is needed, for example chitosan and cinnamon oil. Objectives : To know antibacterial effect of chitosan and cinnamon oil combination on S. epidermidis and P. aeruginosa and to know is there any sinergy activity from both combination. Method : Descriptive experimental. Subjects of the research are chitosan and cinnamon oil. Bacterials tested are S. epidermidis and P. aeruginosa. To know Minimal Inhibit Concentration of chitosan and cinnamon oil combination on isolate S. epidermidis and P.aeruginosa, chequerboard titration test is used. Result : Minimal Inhibit Concentration (MIC) of chitosan combination on siolate S. epidermidis 64, S. epidermidis 236 is 0,00078 μg/ml, S. epidermidis 134 is 0,1 μg/ml, and P. aeruginosa 958 and P. aeruginosa 1105 is 6,25 μg/ml. MIC of cinnamon oil combination for all bacterials are same, 0,0156%. Fractional Inhibit concentration index for all bacterials is under 5 (FICI ≤5), so activity of these two antibacterial is sinergy. Conclusion : Chitosan and cinnamon oil combination has antibacterial effect on isolate S. epidermidis and P.aeruginosa with lower concentration in combination than single and both of antibacterial have sinergy activity.
Kata Kunci : Chitosan, Minyak Atsiri Kayu Manis, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, Kadar Hambat Minimum (KHM).