OPTIMASI ZONASI PADA TAMAN NASIONAL LAUT KEPULAUAN SERIBU
BETTY RAHMA HANDAYANI, Dr. Ir. Lies Rahayu W.F., MP
2013 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenetapan zonasi merupakan upaya penataan ruang untuk optimalisasi fungsi dan peruntukan potensi sumberdaya alam hayati dan ekosistem pada setiap bagian kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS), serta penerapan dan penegakan ketentuan hukum yang dilaksanakan atas sangsi pelanggaran di setiap zona kawasan TNKpS. Beberapa penelitian yang dilakukan terhadap zonasi yang saat ini diterapkan di Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) menunjukkan bahwa sistem zonasi saat ini tidak efektif di dalam pengelolaan kawasan TNKpS. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alokasi luas zona yang optimal dalam menjembatani berbagai kepentingan di dalam pengelolaan TNKpS. Metoda analisis yang digunakan yaitu analisis spasial dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) dan analisis sosial ekonomi, kemudian dalam perumusan alokasi zonasi optimal menggunakan analisis kuantitatif Program Tujuan Ganda (PTG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi alokasi luas zona optimal TNKpS hasil analisis PTG yaitu; zona inti II 16.332,01 ha, zona inti III 12.319,38 ha, zona perlindungan bahari 78.830,57 ha dan zona pemukiman 7,04 ha. Sedangkan zona inti I dan zona pemanfaatan wisata menjadi tidak ada/ berubah fungsi. Pada kombinasi zona tersebut kawasan TNKpS sangat mendukung pelestarian tipe-tipe ekosistem perairan laut dangkal dan pulau-pulau sangat kecil, sangat mendukung sebagai habitat satwa obyek konservasi utama (flagship species) yang mampu menampung 166 sarang peneluran penyu sisik, 8 ekor elang bondol dan 5 ekor elang laut. Jumlah pengunjung pada keadaan optimal sebanyak 5.903 orang/tahun. Pemanfaatan terhadap kawasan TNKpS dapat memberikan kontribusi PNBP optimal Rp. 39.545.000,-/tahun dan bagi pendapatan nelayan sebesar Rp. 4.036.340,-/bulan.
Zoning arrangement is an attempt to optimize the space allocation functions and potentials of natural resources and ecosystems on any part of the Kepulauan Seribu National Park (TNKpS) region, and the implementation and enforcement of the legal provisions on sanctions violations carried out in each area zone of TNKpS. A study of the current zoning applied in TNKpS indicates that the current zoning system is not effective in the areas management. This study aims to determine the optimal allocation of broad zones in bridging the various interests in the management of TNKpS. The method of analysis used spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS) and socio-economic analysis, later in the formulation of optimal allocation of zoning uses quantitative analysis “Multi Objective Goal Programmingâ€. The results showed that the combination of broad zones of optimal allocation in TNKpS analysis using the Multi Objective Goal Programming; core zone II 16.332,01 acres, core zone III 12. 319,38 acres, marine zone 78.830,57 acres, and residential zone 7,04 acres. While the core zone I and tourist use zone being absent or changed fungtions. The combination of these zones TNKpS region strongly support the preservation of shallow sea waters and very small islands ecosystem types, strongly supports the conservation of flagship species habitats which can accommodate 166 primary nesting hawksbill nests, 8 tailed kites and sea eagles 5. Optimal number of visitors to the state as much as 5.903 people/year. Utilization of the TNKpS region can contribute Non-Tax Revenue optimal Rp. 39.545.000,-/year and the income of fishermen Rp. 4.036.340,- /month.
Kata Kunci : optimasi, zonasi, taman nasional laut, program tujuan ganda