HUBUNGAN ANTARA KESEHATAN KERJA DENGAN KINERJA YANG DIKENDALIKAN OLEH BEBAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PADA PEKERJA WANITA YANG BERPERAN GANDA DI PT. MATARAM TUNGGAL GARMENT YOGYAKARTA
ARIANA SUMEKAR, Prof. Dr. dr. Soebijanto.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaLatar belakang : Ditinjau dari aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), faktor lingkungan kerja dan beban kerja dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang akan mengakibatkan menurunnya kemampuan tenaga kerja untuk bekerja fisik, melemahkan ketajaman berfikir sehingga akan menurunkan kinerja. Penurunan kinerja juga dipengaruhi oleh adanya beban kerja yang tidak seimbang serta motivasi kerja. Tujuan : Mengetahui hubungan antara kesehatan kerja dengan kinerja yang dikendalikan oleh beban kerja dan motivasi kerja pada pekerja wanita yang berperan ganda di PT. Mataran Tunggal Garment Yogyakarta. Metode : Penelitian ini dilakukan di PT. Mataram Tunggal Garment Yogyakarta dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 pekerja wanita yang diambil dengan simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan kuesioner dan wawancara. Analisis data akan dilakukan dengan uji pearson product moment, sedangkan analisis multivariat dengan korelasi parsial dan regresi linier dengan signifikansi p<0,05. Hasil : Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kesehatan kerja dengan kinerja yang dikendalikan oleh beban kerja dan motivasi kerja (r = 0,2852, p = 0,042). Secara serempak ada hubungan yang signifikan antara kesehatan kerja, beban kerja dan motivasi kerja dengan kinerja (Freg = 4,389, p = 0,008) dengan sumbangan efektif 21,2%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara kesehatan kerja dengan kinerja (r = 0,171, p=0,222) dengan sumbangan efektif 4,65%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kinerja (r = -0,179, p=0,199) dengan sumbangan efektif 4,22% . Ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja (r = 0,328, p=0,017) dengan sumbangan efektif 12,3%. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan kerja dengan kinerja yang dikendalikan oleh beban kerja dan motivasi kerja. Motivasi kerja memiliki sumbangan efektif yang paling besar terhadap kinerja. Sedangkan beban rumah tangga tidak mempengaruhi terhadap kinerja pekerja wanita yang berperan ganda di PT.Mataram Tunggal Garment.
Background: work environment and workload factors in terms of occupational safety and health aspects may lead to health problems that have an impact on decreasing the ability of the workforce to work physically and debilitating mental acuity to think so will degrade performance. Performance degradation is also influenced by the presence of an unbalanced work load and work motivation. Objective: to know the relationship between occupational health with a performance that is controlled by the workload and motivation of working in a dual role that women workers at PT. Mataram Tunggal Garment Yogyakarta. Methods: This study was conducted at PT. Mataram Tunggal Garment Yogyakarta with cross-sectional design . The samples in this study were 86 female workers were taken by simple random sampling . Uses data collected questionnaires and interviews. Data analysis was performed with the Pearson product moment test , whereas the partial correlation analysis and multivariate linear regression with a significance of p < 0.05 . Result: Results of analysis showed there was a significant relationship between occupational health with a performance that is controlled by the workload and work motivation (r = 0,2852, p = 0.042). Simultaneously there was a significant relationshipbetween occupational health, workload and motivation of working with performance (Freg = 4,389, p = 0.008) and the effective contribution of 21.2%. There was no significant relationship between occupational health and performance (r = 0,171, p = 0.222) with effective contribution 4,65%. There was no significant relationship between workload and performance (r =-0,179, p = 0,199) with the effective contribution of 4.22%. There is a significant relationship between the motivation of working with performance (r = 0,328, p = 0,017) and the effective contribution of 12.3%. Conclusion: there is a significant relationship between occupational health with a performance that is controlled by the workload and work motivation. The motivation of working have the most effective contribution to performance. While the burden of households does not affect the performance of the woman worker with a double role in PT. Mataram Tunggal Garment Yogyakarta.
Kata Kunci : kesehatan kerja, beban kerja, motivasi kerja, kinerja, pekerja wanita