PENGALOKASIAN WAKTU BELAJAR MAHASISWA DI BAGIAN KLINIK SELAMA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER TAHAP PROFESI DI FK UGM
CANDRIKA DINI KHAIRANI, dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.ED.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Pendidikan klinik merupakan pendidikan yang sangat berbeda dengan pendidikan pre klinik. Pendidikan klinik lebih berfokus pada pengalaman klinis, kurang terstruktur dan tidak seragam terutama antar bagian.Perbedaan ini merupakan masalah yang terjadi di dunia pendidikan klinik.Pemahaman mengenai alokasi waktu belajar mahasiswa penting untuk mengetahui apakah mahasiswa mendapatkan pendidikan seperti yang diharapkan oleh pihak fakultas. Tujuan: Mengetahui gambaran pengalokasian waktu belajar mahasiswa di bagian klinik selama Program Pendidikan Dokter Tahap Profesi di FK UGM. Subjek:Responden adalah 209 mahasiswa FK UGM yang sedang mengikuti rotasi klinik di 11 bagian yaitu Ilmu Penyakit Dalam, Obsgyn, Anak, Anestesiologi, Neurologi, Kulit, THT, Mata, Forensik, Jiwa, dan Bedah. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan studi yang digunakan adalah cross sectional. Mahasiswa mengisi kuesioner yang mencatatat waktu yang mereka habiskan untuk delapan jenis kegiatan di rotasi klinik selama 2 minggu berturut turut. Hasil:Mahasiswa rata rata menghabiskan waktu selama 7.5 jam setiap harinya untuk kegiatan di rotasi klinik. Alokasi kegiatan paling banyak terdapat pada kegiatan terstruktur, diikuti mengamati pembimbing/ staf klinik/ residen dan belajar mandiri.Alokasi paling sedikit terdapat pada pertemuan klinik, kegiatan mandiri di rumah sakit dan kegiatan interaksi pasien dengan supervisi.Terdapat perbedaan signifikan antara bagian untuk alokasi waktu belajar pada Program Pendidikan Dokter Tahap Profesi dan pada waktu tidak produktif antara angkatan 2007 dan bukan 2007. Kesimpulan:Terdapat variasi yang besar antar bagian untuk alokasi waktu kegiatan mahasiswa di bagian klinik pada Program Pendidikan Dokter Tahap Profesi di FK UGM. Alokasi kegiatan masih didominasi oleh kegiatan terstruktur. Alokasi kegiatan interaksi pasien dengan supervise masih sedikit dan alokasi masih tinggi pada mengamati pembimbing/ staf klinik/ residen dan belajar mandiri menunjukan minimnya supervisi dan kegiatan interaksi langsung dengan pasien.
contrast with the less structured clinical years. The following years are centered on clinical experience and less uniform especially between departments. This variation in clinical education is anongoing problem in medical education. An understanding of student time allocation is very important to determine whether the students are experiencing clinical education the way the faculty intended. Objective: To assess student time allocation during clinical rotation in Faculty of Medicine, University of Gadjah Mada. Subject:209 Students who have undergone clinical rotation in Faculty of Medicine, University of Gadjah Mada from 11 departments, Method:This is a descriptive study using quantitative and cross sectional design. The students in Faculty of Medicine University Gadjah Mada who have undergone clinical rotation completed a questionnaire that recorded the time they spent on eight clerkship activities over 2 weeks. Result:The students spent about 7 hourse a day on clerkship activities. Most time was spent on structurally organized education (20,09%), followed by observing instructor (15,97%) and self-study(15,15%). Less time was available for clinical meetings, independent hospital activities and directly supervised activities. There was a variety in distribution of time use in different departments. There was a significant difference of the unproductive time allocation between students from year 2007 and non 2007. Conclusion:Across departments, students in Faculty of Medicine Gadjah Mada University spent wide variety of time allocations. The time allocation were dominated by structured activities. There were little time allocated for supervised patient interaction and considerable time allocated for observing instructor and self-study indicated less time allocated for supervision and direct interaction with patient.
Kata Kunci : mahasiswa, dokter muda, pendidikan klinik, alokasi waktu, aktivitas, rotasi klinik