Laporkan Masalah

PENGARUH SIKAP DAN KONTROL YANG DIRASAKAN TERHADAP PERILAKU MENGEMUDI AGRESIF (AGGRESSIVE DRIVING BEHAVIOR) DENGAN MEDIASI WILLINGNESS MENGEMUDI AGRESIF

Thobagus Moh Numan, S.Psi., Dr. Neila Ramdhani, M.Si., M.Ed.

2013 | Tesis | S2 Psikologi

Persoalan kecelakaan lalulintas di Indonesia sangat memprihatinkan. Kecelakaan lalulintas terkait dengan perilaku mengemudi agresif. Bertolak dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap dan kontrol perilaku yang dirasakan terhadap perilaku mengemudi agresif yang dimediasi oleh kemauan (willingness) mengemudi agresif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengukuran perilaku mengemudi agresif menggunakan skala perilaku mengemudi agresif, untuk variabel kemauan mengemudi agresif digunakan skala kemauan mengemudi agresif, sedangkan untuk mengungkap sikap dan kontrol perilaku yang dirasakan digunakan skala sikap dan kontrol perilaku yang dirasakan. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 96 responden mahasiswa Universitas Islam Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, yang menggunakan kendaraan bermotor dalam aktivitasnya sehari-hari. Berdasarkan kriteria uji fit diperoleh hasil pengaruh sikap terhadap mengemudi agresif dan kontrol perilaku yang dirasakan terhadap perilaku agresif mengemudi yang dimediasi oleh mengemudi agresif dengan kriteria fit, nilai kai-kuadrat sebesar 0,399 dengan p = 0,528 (> 0,05); nilai RMSEA sebesar 0,000 (< 0,08); nilai GFI sebesar 0,998 (> 0,90); dan nilai AGFI 0,977 (> 0,90). Selain itu, sikap (β = 0,14; p < 0,05) bersama-sama dengan kontrol perilaku yang dirasakan (β = 0,486; p < 0,01) mempengaruhi perilaku mengemudi agressive. Sikap secara independen mempengaruhi langsung langsung perilaku mengemudi agresif (β = 0,143; p < 0,05).

The issue of traffic accidents in Indonesia is very alarming. Traffic accidents to some degree are related to aggressive driving behavior. Starting from this issue, this study is aimed to determine the effect of attitudes and perceived behavioral control against aggressive driving behaviors that are mediated by willingness to aggressive driving. The study was conducted by using a quantitative approach. A scale of aggressive driving behavior will be used to measure the measurement of aggressive driving behavior, for the willingness to aggressive driving variables, a scale of willingness to aggressive driving will be used, while to measure attitudes and perceived behavioral control, it will use the attitude scale and perceived behavioral control scale. This study was conducted with 96 respondents took the Indonesian Islamic University students, both men and women, who use motor vehicles in daily activities. Based on the obtained results fit test criteria influence attitudes toward aggressive driving and perceived behavioral control toward aggressive driving behavior is mediated by aggressive driving with criteria of fit, chi-squared value of 0.399 with p = 0.528 (> 0.05); RMSEA value of 0.000 (<0.08); GFI value of 0.998 (> 0.90), and AGFI value of 0.977 (> 0,90). In addition, attitude (β = 0.14, p <0.05) with perceived behavioral control (β = 0.486, p <0.01) affect aggressive driving behavior simultaneously. Attitude has an impact on aggressive driving behavior Independently (β = 0.143, p <0,05).

Kata Kunci : sikap, kontrol perilaku yang dirasakan, keinginan (willingness), perilaku mengemudi agresif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.