Laporkan Masalah

STRATEGI PERLAWANAN PETANI LAHAN PANTAI MENOLAK PENAMBANGAN PASIR BESI DI KULON PROGO

ROSTAMIN, Dr. Suharko,

2013 | Tesis | S2 Sosiologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang gerakan perlawanan petani lahan pantai dalam menolak penambangan pasir besi di Kulon Progo. Petani yang seharusnya mendukung penambangan pasir besi karena bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun ternyata melawan proyek penambangan tersebut. Berbagai upaya perlawanan dilakukan petani PPLP untuk menggagalkan penambangan pasir besi dan sampai sekarang perlawanan tersebut terus berlanjut. Untuk memelihara perlawanan mereka membangun gerakan perlawanan petani untuk mengkoordinasi, menginisiasi dan mengatur strategi perlawanan. Rumusan masalah yang dapat ditarik dari latar belakang adalah bagaimana tindakan kolektif menjadi strategi perlawanan petani PPLP dalam menolak penambangan pasir besi di Kulon Progo dan apa bentuk-bentuk perlawanannya? Metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi tidak terlibat, melakukan wawancara mendalam, dan melakukan studi dokumen. Tujuannya adalah untuk mengetahui data-data yang berhubungan dengan gerakan perlawanan petani. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan konsep gerakan sosial dan tindakan kolektif. Hasil penelitian mendeskripsikan perlawanan petani dalam rentang waktu tahun 2006 hingga 2012. Perlawanan petani banyak dilakukan dengan tindakan kolektif melalui aksi-aksi protes, demonstrasi terhadap pihak penambangan pasir besi dan pemerintah. Strategi perlawanan petani juga memanfaatkan peluang politik, mencari dukungan aktor politik dan advokasi hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gerakan perlawanan petani PPLP merepresentasi perlawanan masyarakat marginal melawan perluasan korporasi asing yang bekerja sama dengan negara untuk kepentingan ekonomi. Perlawanan petani juga mengindikasikan menguatnya gerakan sosial sebagai kontrol terhadap kebijakan publik.

This study aims to examine more deeply about the resistance movement in the coastal land peasant refuse iron sand mining in Kulon Progo. Peasant are supposed to support the iron sand mining as it aims to improve the welfare of society, but in fact against the mining project. Various attempts were made farmers PPLP resistance to thwart the iron sand mining and until now the fight continues. To sustain their resistance build peasant resistance movement to coordinate, initiate and organize resistance strategy. Looking at the background of the problem of the forms of peasant resistance above, it can be drawn the research question , how collective action is used as a strategy of resistance Land Coastal Farmers Association of Kulon Progo ( PPLP - KP ) in rejecting the iron sand mining? From the basic research question, it can be reduced to the forms of resistance are the farmers? The method used to obtain the data by using qualitative descriptive approach. Data collection techniques to make observations not involved, conduct in-depth interviews, and document study. The goal is to find the data associated with the movement of peasant resistance. Research data were analyzed with the concept of social movements and collective action. The results describe the resistance of peasant in the timeframe of 2006 to 2012. Peasant resistance is mostly done through collective action through protests, demonstrations against the iron sand mining and government. Resistance strategies farmers also utilize political opportunities, political actors seeking support and legal advocacy. This study concluded that the resistance movement represents peasant resistance PPLP marginalized communities against the expansion of foreign corporations that work with the state to economic interests. Peasant also indicated strong resistance of social movements as a control against public policy.

Kata Kunci : gerakan perlawanan petani, tindakan kolektif, penambangan pasir besi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.