Laporkan Masalah

SIMULASI PENENTUAN JUMLAH BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN DAERAH ALIRAN SUNGAI PROGO HULU

KIDUNG ELKAGIAN, Prof. Dr. Ir. Sahid Susanto, MS.

2013 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Sebagian besar wialyah DAS Progo Hulu telah digunakan sebagai lahan pertanian dan pemukiman, hanya sebesar 0,43% saja yang merupakan wilayah penutup lahan (hutan). Melihat situasi tersebut, maka diperlukan penilaian terhadap keadaan DAS dengan cara melakukan analisa parameter – parameter dari indikator dasar (output aliran sungai). Parameter yang digunakan untuk menilai kondisi DAS diantaranya karakteristik hidrologi (Q max, Q min, dan KRS), water yield, sedimentasi. Dalam melakukan analisa parameter tersebut dibutuhkan metode Model Mock. Hasil simulasi Model Mock menunjukkan bahwa pada parameter karakteristik hidrologi dan water yield masih dalam keadaan baik, sedangkan sedimentasinya dalam keadaan sedang. Untuk meningkatkan kondisi kesehatan aliran sungai terutama keadaan sedimentasi, maka dilakukan usaha konservasi berupa pembangunan bangunan pengendali sedimen melalui metode Mock dan teknik Sabo. Jumlah sedimen yang harus dikendalikan adalah 564.559 m3 dari keadaan aktual adalah 1.398.559 m3/tahun, Hasil simulasi dari skenario pembangunan BPS di sungai orde 1 dan orde 2, pada metode model Mock memberikan nilai signifikansi yang lebih kecil dibanding dengan Teknik Sabo. Hal tersebut menunjukkan bahwa BPS akan lebih efektif jika dibangun berdasarkan dimensi bangunan. Berdasarkan teknik Sabo, untuk mencapai batas sedimen ijin dapat dibangun BPS dengan beberapa pilihan yang rasional yaitu membangun BPS di sungai orde 1 sebanyak 465 atau membangun 300 BPS di sungai orde 1 dan 60 di sungai orde 2.

Most of the Progo upstream watershed has been used as agricultural land and settlements, only 0.43% are an area of land cover (forest). Looking at the situation, it is necessary to assess the state of the watershed by analyzing parameters of the basic indicators (output stream). Parameters used to assess watershed conditions including hydrological characteristics (Q max, Q min, and KRS), water yield, sedimentation. In analyzing this parameters needed Mock’s model method. Mock Model simulation results show that the parameters of the hydrological characteristics and water yield is still in good condition, while the sedimentation in mid condition. To improve the health condition of the river flow, especially the sedimentation’s condition, the conservation efforts made in the form of construction of sediment control buildings through Mock methods and Sabo’s technique. The amount of sediment that must be controlled is 564.559 m3 of the actual situation is 1.398.559 m3/year. Simulation results of scenario shows, plotting SCB in rivers of order 1 and order 2, the Mock model method shows significant value that is smaller than the Sabo Engineering. It shows that SCB would be more effective if built based on building dimensions. Based Sabo’s technique, to achieve the permit of sediment’s limit, SCB can be built by some rational choice, there are : first SCB build on order 1 river’s as many as 465 SCB or 300 SCB in order 1 river’s and 60 SCB on order 2 river’s.

Kata Kunci : DAS Progo Hulu, Karakteristik Hidrologi, Water Yield, Sedimentasi, Bangunan Pengendali Sedimen (BPS), Model Mock


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.