KETAHANAN LAPISAN CINNAMON DAN CHITOSAN PADA SCHANZ SCREW TERHADAP PROSES INSERSI PADA TULANG SAPI EFEK ANTIMIKROBA DAN EVALUASI SCANNING ELECTRON MICROSCOPY (SEM)
Hendri Kustiyawan, Dr. Rahadyan Magetsari, Sp.OT,(K)., Ph.D., FICS
2013 | Tesis | S2 Orthopaedik dan TraumatologiLatar belakang : Infeksi akibat penggunaan implan merupakan masalah yg sering terjadi. Hal ini dapat dipengaruhi oleh biokompatibilitas, dan topografi permukaan implan. Manipulasi permukaan implan dengan pelapisan agen antibakteri diperlukan sebagai pendekatan yang lebih baik. Minyak cinnamon memiliki kemampuan antibakteri yang cukup kuat dibanding minyak atsiri lain. Pelapisan implan menggunakan cinnamon dapat menjadi alternatif pilihan yang baik dalam penanganan infeksi terkait penggunaan implan. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan eksperimental invitro menggunakan schanz screw yang dilapisi chitosan 2%, 3% dan cinnamon 0,125%, 0,25%, 0,5%, 1%, 2%. Kemudian dibagi menjadi kelompok yang diinsersikan pada tulang sapi dan kelompok non insersi. Schanz screw dikontakkan dengan S. epidermidis dengan memakai dilusi cair (TSB) dan kultur Muller hinton. Evaluasi dilakukan dengan menilai tingkat kekeruhan dan pertumbuhan S.epidermidis pada media kultur dan penilaian material dengan menggunakan scanning electron microscopy (SEM). Hasil : Didapatkan penurunan tingkat kekeruhan dan jumlah koloni sesuai peningkatan konsentrasi cinnamon dan mampu mengeliminasi bakteri S. epidermidis pada konsentrasi 2% baik pada kelompok insersi maupun non insersi. Secara statistik terbukti kelompok insersi dan non insersi tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p > 0,05).
Background: Infections due to the use of implants is a problem that often occurs. It can be influenced by biocompatibility, and surface topography of the implant. Manipulation of the implant surface and the coating with the antibacterial agent is required as a better approach. Cinnamon oil has been shown to have quite strong antibacterial capability compared to other oils. Implant coatings using cinnamon can be a good alternative in the treatment of infection related to the use of implants. Method: This is an experimental in vitro study using chitosan 2%, 3% and cinnamon 0.125%, 0.25%, 0.5%, 1%, 2% coated schanz screw. Then divided into bovine bone inserted and non-inserted groups. Schanz screw is exposed to S. epidermidis by using liquid dilution (TSB) and cultured on a Muller Hinton medium. Evaluation is done by assessing the level of turbidity and S.epidermidis growth in culture media then assessing material using scanning electron microscopy (SEM). Result: Obtained gradual decrease in turbidity levels and the number of colonies correspond to the increase of cinnamon concentration and eliminate S. epidermidis at 2% concentration in both groups. There was no significant difference between both groups (p > 0.05). Conclusion: The insertion of cinnamon loaded chitosan coated schanz screws did not affect the effectiveness of inhibiting bacterial growth of S. epidermidis.
Kata Kunci : Pelapisan implan, cinnamon, chitosan, proses insersi