Laporkan Masalah

EFEK FRAKSI ETIL ASETAT BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook.f. & Thoms.) TERHADAP PENINGKATAN MEMORI DAN FUNGSI KOGNITIF PADA MENCIT GALUR BALB/C BERDASARKAN PASSIVE AVOIDANCE TEST

PRIHATIWI ADININGSIH, Dr. Arief Nurrochmad, M.Si., M.Sc., Apt.

2013 | Skripsi | FARMASI

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dalam konsentrasi rendah dapat menghambat oksidasi suatu substrat secara bermakna. Setiap organ memiliki kepekaan yang berbeda terhadap kapasitas antioksidan. Sistem saraf sangat rentan terhadap stres oksidatif, terutama bagian hippocampus. Apabila kapasitas antioksidan dalam sistem saraf rendah, akan terjadi degenerasi pada neuron hippocampus. Hal ini akan menyebabkan menurunnya fungsi kognitif seperti learning dan memori. Fraksi etil asetat batang brotowali mengandung flavonoid dalam konsentrasi yang tinggi. Flavonoid telah lama dikenal sebagai suatu antioksidan alami yang terdapat dalam tanaman. Parameter yang digunakan untuk menggambarkan peningkatan memori dan fungsi kognitif adalah waktu latensi dan kepadatan sel lamina piramidalis CA1 hippocampus. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok dengan pemberian perlakuan yang berbeda selama tujuh hari, yaitu kelompok kontrol CMC-Na 0,5%, kelompok kontrol donepezil, kelompok kontrol etanol 10% v/v, kelompok fraksi etil asetat batang brotowali 100 mg/kg BB, kelompok fraksi etil asetat batang brotowali 200 mg/kg BB, dan kelompok fraksi etil asetat batang brotowali 400 mg/kg BB. Hewan uji mendapatkan training dan test menggunakan passive avoidance test sebelum dan sesudah perlakuan, masing-masing selama 4 hari. Pada test hari ke-4, mencit dikorbankan dan otak mencit dibuat preparat histologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fraksi etil asetat batang brotowali dengan dosis 400 mg/kg BB mampu meningkatkan memori dan fungsi kognitif. Hal ini dapat dilihat dari waktu latensi berdasarkan passive avoidance test yang signifikan terhadap kontrol etanol 10% v/v (p < 0,1). Sedangkan kepadatan sel piramidalis CA1 hippocampus pada kelompok dosis tersebut sebesar 9302 sel/1mm2. Hasil analisis korelasi menggunakan Pearson product moment corellation memberikan koefisien korelasi yang positif sebesar 0,512. Hal ini mendukung penelitian untuk menjadikan brotowali sebagai suplemen yang memberikan efek farmakologis berupa peningkatan memori dan fungsi kognitif.

Objective : Cognitive and memory enhancing of ethyl acetate extract from Tinospora crispa (L.) stem were evaluated. Mathods : Ethyl acetate extract from Tinospora crispa (L.) stem was orally administered to amnesic mice induced by ethanol. Cognitive and memory profile were performed by passive avoidance test. To elucidate the effect of ethyl acetate extract from Tinospora crispa (L.) stem in the hippocampus, cell density of hippocampal CA1 pyramidal layer was evaluated. Results : Oral administration of ethyl acetate extract from Tinospora crispa (L.) stem (400 mg/kg body weight) significantly increased cognitive and memory function in passive avoidance test as much as 62,88% of the level found in normal control mice. Cell density of hippocampal pyramidal layes was 9302 cells/mm2. Corellation analysis by pearson product moment corellation showed 0,512 positive corellation coefficient. Conclusion : Ethyl acetate extract from Tinospora crispa (L.) stem has potency to be developed as cognitive and memory enhancer.

Kata Kunci : antioksidan, Tinospora crispa, memori, fungsi kognitif, hippocampus, passive avoidance test


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.