Laporkan Masalah

DAYA ANTIBAKTERI KOMBINASI CHITOSAN-GENTAMISIN TERHADAP STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS DAN PSEUDOMONAS AERUGINOSA SECARA IN VITRO

AZIZ DONA SATRIA, dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D.

2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri penyebab infeksi nosokomial yang telah mengalami resistensi terhadap beberapa macam antibiotik, seperti methicillin, penicillin, carbapanems, cephalosporin, dan tikarsilin. Tingginya angka resistensi ini akan menyulitkan dalam pengobatan infeksi dan menambah beban biaya pengobatan bagi pasien. Chitosan dikenal sebagai polisakarida yang mempunyai sifat-sifat unik, antara lain mempunyai efek antibakteri, antifungi, biodegradable dan biokompatibilitas yang baik. Gentamisin yang merupakan agen bakterisidal yang ampuh dalam melawan beberapa bakteri gram positif dan sebagai pilihan primer pada penanganan infeksi bakteri gram negatif, sering digunakan dalam bentuk kombinasi dengan antibiotik lain. Saat ini penggunaan antibakteri yang luas telah meningkatkan resistensi antibiotik, sehingga efikasi antibakteri mulai menurun. Selain itu pengembangan vaksin dan agen antimikroba belum sejalan dengan peningkatan resistensi. Oleh karena itu, dengan ketersediaan antibiotik yang terbatas serta diperlukan waktu dan biaya besar dalam penemuan antibiotik baru, maka dari itu diperlukan metode lain dengan mengkombinasikan antibiotik yang sudah ada seperti gentamisin dengan antimikroba alternatif yang potensial seperti chitosan. Tujuan: Mengetahui daya antibakteri kombinasi chitosan dan gentamisin terhadap pertumbuhan sel planktonik Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa serta efek kombinasi yang dihasilkan. Metode: Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif eksperimental. Subjek penelitian adalah bahan uji senyawa chitosan dan gentamisin serta bakteri uji Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa koleksi laboratorium mikrobiologi FK UGM. Kadar Hambat Minimum (KHM) Kombinasi chitosan dan gentamisin terhadap sel planktonik Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa diperiksa dengan menggunakan Uji Suseptibilitas Antimikroba in Vitro. Sedangkan Kadar Hambat Fraksional (KHF) chitosan dan gentamisin terhadap sel planktonik Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa diperiksa dengan menggunakan metode Checkerboard. Hasil: Kadar hambat minimum (KHM) chitosan dalam kombinasi, terhadap isolate S. epidermidis dan P. aeruginosa pada berbagai strain yang berbeda menunjukkan hasil, S. epidermidis 64 memiliki KHM kombinasi 1,56 μg/ml, S. epidermidis 236 memiliki KHM kombinasi 0,78 μg/ml, dan S. epidermidis 134 memiliki KHM kombinasi 1,56 μg/ml. Sementara P. aeruginosa 958 memiliki KHM kombinasi 6,25 μg/ml dan P. aeruginosa 1105 memilki KHM kombinasi25 μg/ml. Sedangkan kadar hambat minimum (KHM) gentamisin dalam kombinasi, terhadap isolate S. epidermidis dan P. aeruginosa pada berbagai strain yang berbeda menunjukkan hasil, S. epidermidis 64 memiliki KHM kombinasi 0,l25 μg/ml, S. epidermidis 236 memiliki KHM kombinasi 0,05 μg/ml, dan S. epidermidis 134 memiliki KHM kombinasi 0,125 μg/ml. Sementara P. aeruginosa 958 memiliki KHM kombinasi 0,25 μg/ml dan P. aeruginosa 1105 memilki KHM kombinasi 0,125 μg/ml. Kesimpulan: Kombinasi antibakteri chitosan dan gentamisin mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis dan P. aeruginosa.

Background: Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa is a bacteria causing nosocomial infections that have experienced some kind of resistance to antibiotics, such as methicillin, penicillin, carbapanems, cephalosporin, and ticarcillin. The high rates of resistance would complicate the treatment of infections and increase the burden of the cost of treatment for the patient. Chitosan is known as polysaccharides that have unique properties, among others, have the effect of antibacterial, antifungal, biodegradable and good biocompatibility. Gentamicin is a bactericidal agent that is potent against several gram-positive bacteria and as a primary option in the treatment of gram-negative bacterial infections, often used in combination with other antibiotics. Current widespread use of antibacterials have increased antibiotic resistance, so that the antibacterial efficacy began to decline. In addition to the development of vaccines and antimicrobial agents has not kept pace with the increase in resistance. Therefore, the limited availability of antibiotics as well as the necessary time and cost in the discovery of new antibiotics, and therefore needed another method by combining existing antibiotics such as gentamicin with antimicrobial potential alternative as chitosan. Objective: Knowing the antibacterial combination of chitosan and gentamicin against planktonic cell growth of Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa and the effect of the resulting combination. Method: This research was a descriptive study experimentally. Subjects were material test compound chitosan and gentamicin as well as test bacteria Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa microbiology laboratory collection of the Faculty. Minimum inhibitory concentration (MIC) combination of chitosan and gentamicin against planktonic cells of Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus epidermidis examined using in vitro antimicrobial susceptibility test. While the Fractional Inhibitory concentration (KHF) chitosan and gentamicin against planktonic cells of Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus epidermidis examined using Checkerboard Methods. Result: Minimum inhibitory concentration (MIC) of chitosan in combination, against isolates S. epidermidis and P. aeruginosa in a variety of different strains show results, S. epidermidis 64 has a combination KHM 1.56 ug / ml, S. epidermidis had MIC combination 236 0.78 ug / ml, and S. epidermidis had MIC combination 134 1.56 ug / ml. While P. 958 has a combination aeruginosa MIC of 6.25 ug / ml and P. aeruginosa has an MIC kombinasi25 1105 ug / ml. While the minimum inhibitory concentration (MIC) of gentamicin in combination, against isolates S. epidermidis and P. aeruginosa in a variety of different strains show results, S. epidermidis had MIC 64 combination 0, L25 ug / ml, S. 236 epidermidis had MIC combination of 0.05 mg / ml, and S. epidermidis had MIC combination 134 0.125 ug / ml. While P. 958 has a combination aeruginosa MIC 0.25 mg / ml and P. aeruginosa 1105 has an MIC of combination 0.125 mg / ml. Conclusion: Antibacterial combination of chitosan and gentamicin to inhibit the growth of bacteria S. epidermidis and P. aeruginosa.

Kata Kunci : Chitosan, Gentamisin, Kombinasi Antibakteri, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, Kadar Hambat Minimum (KHM), Kadar Hambat Minimum Kombinasi, Kadar Hambat Fraksional, Kadar Hambat Fraksional Indeks, Metode Checkerboard


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.