HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN INDEKS MASSA BADAN TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDUDUK JAWA USIA 40-60 TAHUN DI SLEMAN, DIY
ROCHIMA AUNULLAILI, Dra. Neni T. Rahmawati, M.Kes, Ph.D.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Pola makan yang berpengaruh pada peningkatan prevalensi kegemukan dan obesitas merupakan faktor risiko hipertensi yang kini semakin tidak terkendali dan tidak terdeteksi. Hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak. Berdasarkan WHO 2002, diperkirakan bahwa > 7% dari seluruh penyakit di negara berkembang disebabkan oleh meningkatnya Indeks Massa Badan (IMB). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola makan, IMB, dan tekanan darah terkait dengan penyakit kardiovaskular. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan pengukuran antropometri dan penilaian pola makan dengan metode food recall 24 jam pada 237 subjek. Data dianalisis menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara IMB dengan pola makan (kalori dan karbohidrat) dan dengan tekanan darah. Obesitas dan hipertensi didominasi oleh penduduk yang termasuk pada kategori tidak bekerja/ Ibu Rumah Tangga (IRT). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kalori dan karbohidrat memiliki hubungan yang terbalik dengan IMB. Indeks massa badan mempunyai hubungan berbanding lurus yang signifikan dengan tekanan darah. Tidak adanya hubungan signifikan antara pola makan (protein dan lemak) dengan IMB dan tekanan darah kemungkinan karena perbedaan jenis pekerjaan dan konsumsi makanan sehari-hari. Simpulan: Konsumsi kalori dan karbohidrat yang tinggi tidak meningkatkan IMB, sedangkan peningkatan IMB akan meningkatkan tekanan darah.
Background: Dietary pattern which has effect on the increasing of overweight and obesity prevalence is one of risk factors for hypertension. Prevalence of hypertension has been increasing significantly and difficult to detect early. This disease was known as one of silent killer diseases. By WHO in 2002, it was estimated that more than 7% of all diseases in developing countries due to increased Body Mass Index (BMI). Objective: The present study aims to examine the relationship between diet, BMI, and blood pressure in relation to cardiovascular disease. Method: This is an observational study with cross sectional approach. Anthropometric measurements and dietary assessment with 24-hour food recall method performed in 237 subjects. Data were analyzed using Kendall's Tau. Results: Results showed a significant relationship between the BMI diet (calories and carbohydrates) and blood pressure. Obesity and hypertension cases were dominated by people in the category of housewives or people having no occupation. It can be concluded that the calories and carbohydrates have an inverse relationship with BMI. Body mass index was strongly related to blood pressure proportionally. The absence of a significant relationship between diet (protein and fat) with BMI and blood pressure may be due to differences in the type of work and daily food consumption. Conclusion: Consumption of high calorie and carbohydrate does not increase BMI, whereas increasing BMI will increase blood pressure.
Kata Kunci : pola makan, indeks massa badan, tekanan darah, penduduk Jawa, paruh baya.