HAK ANAK PEREMPUAN YANG KAWIN DAN MENGIKUTI SUAMI TERHADAP HARTA KEKAYAAN ORANG TUANYA DI KOTA DENPASAR
L. P. Febbi Pratiwi Arpin, Sri Natin, S.H., S.U.
2013 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian dengan judul “Hak Anak Perempuan yang Kawin dan Mengikuti Suami Terhadap Harta Kekayaan Orang Tuanya di Kota Denpasar†bertujuan untuk mengetahui serta mengkaji pelaksanan pemberian harta kekayaan orang tua kepada anak perempuan yang kawin dan mengikuti suami di Kota Denpasar dan upaya apabila terjadi perselisihan dalam pemberian harta kekayaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data tersebut dikumpulkan melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Subyek Penelitian ini dibagi dua, yaitu responden dan narasumber. Responden terdiri dari 7 (tujuh) orang yang memberikan bekal kepada anak perempuannya dan 7 (tujuh) anak perempuan yang diberikan bekal oleh orang tuanya. Narasumber terdiri dari pakar hukukm adat Bali sebanyak 1 (satu) orang dan prajuru adat sebanyak 3 (tiga) orang. Penelitian ini menggunakan metode non probability sampling, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisa dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat di Bali yang menganut kekerabatan patrilineal dimana hanya anak laki-laki sebagai ahli waris. Kenyataannya, hukum adat Bali yang sifatnya terbuka menyesuaikan dengan perkembangan jaman yang memperbolehkan pemberian bekal kepada anak perempuan yang disebut Jiwadana atau Tetadan. Proses pelaksanaan pemberian bekal kepada anak perempuan di Bali berdasarkan awig-awig dapat diberikan pada saat orang tua masih hidup dengan melampirkan surat pernyataan tidak keberatan dari ahli waris lainnya, apabila dikemudian hari terjadi perselisihan dapat diselesaikan secara kekeluargaan atau diselesaikan melalui prajuru adat.
Research which entitled \\\"The Rights of Married Women Who Follows Husband towards The Assets of the parents in Denpasar\\\" aims to determine and asses the conduct of giving assets from the parents to the daughter who married and follows her husband in Denpasar and to asses the effort to disolve dispute the case of delivery that assets. This study uses empirical juridical approach. The data which used in this study were primary and secondary data. The data were collected through field and library research. The data collection techniques which is used in the research literature is a documentary study with data collection tools such as interview guides. Subjects of the research were divided into two, respondents and informants. Respondents consisted of 7 (seven) person that deliver their assets to their daughter and 7 (seven) daughter that get the assets. Informants consisted of one expert of Balinese adat law and 3 (three) village figure. This research uses non-probability sampling method, the sampling technique used purposive sampling method. The collected data were analyzed by using descriptive qualitative. The results showed that the development of globalisation affects the sense of justice as well as public awareness which is increase, such as indigenous people in Bali who embrace patrilineal kinship where only son as the heir. In fact, Bali customary law that has open character adjusts with the change of times that allow the parents to give their assets to the daughter which is called Jiwadana or Tetadan. The Implementation process of granting assets to daughters in Bali based on awig awig can be given at the time when the parents are still alive with a letter of no objection statement from the other heirs, if in the future there is a dispute, it can be resolved amicably through prajuru or custom.
Kata Kunci : perkawinan adat, pewarisan adat, Hukum Adat Bali