KORELASI DENSITAS MAMOGRAFI DAN KADAR ESTRADIOL SERTA PENGARUH BEBERAPA FAKTOR RISIKO KANKER PAYUDARA PADA WANITA SEHAT
HERINDITA PUSPITANINGTYAS, dr. Lina Choridah, Sp. Rad. (K).
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang : Masih tingginya angka kejadian serta angka kematian akibat kanker payudara menekankan perlunya dilakukan upaya pencegahan dan deteksi dini pada wanita sehat. Diantara berbagai faktor risiko kanker payudara yang diketahui, densitas mamografi dan kadar estradiol merupakan dua faktor risiko utama yang diduga saling memiliki keterkaitan. Tujuan : Mengetahui gambaran densitas mamografi dan kadar estradiol pada wanita sehat serta hubungannya dengan faktor risiko lain serta korelasi antara kedua faktor tersebut baik pada wanita premenopause serta postmenopause. Metode : Penelitian potong-lintang dilakukan dengan memeriksa kadar estradiol darah fase folikular dari 40 orang pasien mamografi skrining di Klinik Onkologi Kotabaru Yogyakarta yang berusia 35-70 tahun. Subyek diminta melakukan pengisian kuesioner mengenai faktor risiko kanker payudara lain yang kemudian diamati hubungannya dengan densitas mamografi dan kadar estradiol. Uji korelasi dilakukan antara densitas mamografi yang diperoleh dengan metode threshold serta kadar estradiol yang diukur dengan metode ECLIA. Hasil : Diantara faktor risiko yang diamati, uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan korelasi negatif yang kuat antara kadar estradiol dengan usia (r=-0,612;p<0,001), status menopause (r=- 0,778;p<0,001) serta densitas mamografi dengan usia (r=- 0,613;p<0,001) dan status menopause (r=-0,616;p<0,001). Analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang bermakna antara densitas mamografi dan kadar estradiol (r=0,603;r<0,001), terutama pada kelompok premenopause (r=0,439;p<0,05). Kesimpulan : Semakin meningkatnya usia dan terjadinya menopause akan menurunkan densitas mamografi dan kadar estradiol. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan korelasi positif antara densitas mamografi dengan kadar estradiol yang artinya kadar estradiol tinggi dapat turut meningkatkan densitas mamografi, terutama pada wanita premenopause.
Background : The high prevalence and mortality rate of breast cancer accentuate the importance of prevention and screening on healthy women. Among the risk factors of breast cancer, mammographic density and estradiol level are two main risk factors that suspected to be correlated. Objective : To observe mammographic density and estradiol level in healthy women and their relation to other risk factors, also to observe the correlation between mammographic density and estradiol level on healthy premenopausal and postmenopausal women. Methods : A cross sectional study is done by examining the correlation between follicular estrogen level and mammographic density of 40 screening patients at Klinik Onkologi Kotabaru Yogyakarta, aged between 35-70 years old. Participants are asked to fill a questionaire to obtain information of other risk factors which were believed to have associations with both estradiol and breast density. Mammographic density was analized by thresholding methods and estradiol level was measured with ECLIA. Results : Among several observed risk factors, age and menopausal status were found to be strong negatively correlated with estradiol level (r=-0,612;p<0,001 and r=-0,778;p<0,001, respectively). The same result also occurs between mammographic density with age (r=-0,613;p<0,001) and mammographic density with menopausal status (r=-0,616;p<0,001). This study shows positive correlation between mammographic density and estradiol level (r=0,603;p<0,001), especially in premenopausal woman (r=0,439;p<0,05). Conclusion : Mammographic density and estradiol level are both negatively correlated with age and menopausal status, meanwhile positive correlation is found between mammographic density and estradiol level. High estradiol level will increase breast density, especially in premenopausal woman.
Kata Kunci : Kanker payudara, faktor risiko, densitas mamografi, estradiol