UJI LABORATORIUM PENULARAN TRANSOVARIAL PADA NYAMUK Aedes aegypti
GUNTUR BENEDICT HUTADJULU, Dr. drh. Sitti Rahmah Umniyati, SU.
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang : Aedes aegypti adalah salah satu jenis nyamuk vektor penyebar penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yaitu penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang menggigit penderita DBD kemudian ditularkan kepada orang sehat. Kemampuan virus Dengue (DEN) untuk mempertahankan keberadaannya di alam dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu transmisi horizontal antara vertebrata viremia yang ditularkan oleh nyamuk Aedes dan dengan transmisi vertikal (transovarial) yaitu dari nyamuk betina infektif ke generasi berikutnya. Tujuan Penelitian : Mengetahui ada tidaknya perbedaan antara nyamuk Aedes aegypti yang diinfeksi virus DEN dengan yang tidak dalam hal kandungan virus pada keturunan selanjutnya, persentase keturunan nyamuk yang mengandung virus DEN, serta persebaran virus DEN pada tubuh nyamuk. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain penelitian post only design with control group terhadap 53 ekor nyamuk Aedes aegypti betina generasi kedua. Sampel kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Pada kedua kelompok dilihat persebaran transmisi transovarialnya dengan metode imunohistokimia Streptavidin Biotin Peroxidase Complex (SBPC) pada nyamuk berumur 1-7 hari. Kemudian hasil yang telah didapat, dianalisis menggunakan formula Fisher. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan baik kelompok intervensi maupun kontrol, menurunkan virus DEN secara transovarial dengan persentase yang tidak jauh berbeda, yaitu 100 % pada kelompok intervensi dan 85,7 % pada kelompok kontrol. Persebaran virus pada kelompok intervensi terjadi secara merata pada otak, thorax, kelenjar saliva, sel epitel lambung, dan ovarium setiap harinya mulai hari 1 – 7, sedangkan pada kelompok kontrol persebaran virusnya tidak merata. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan antara nyamuk Aedes aegypti yang diinfeksi virus DEN dengan yang tidak diinfeksi virus (kelompok kontrol) dalam hal adanya infeksi transovarial pada nyamuk keturunan selanjutnya.
Background : Aedes aegypti is one of the vectors causing Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) that feeds on human blood suffering from DHF and transmit it to another healthy human. The ability of Dengue (DEN) virus to survive in nature is due to 2 mechanisms: horizontal transmission among viremic vertebratae infected by Aedes mosquitos and vertical (transovarial) transmission from infected female mosquito to another generation. Objectives : To know the differences in next generation’s viral carriage, percentage of mosquito descendants carrying DEN virus, and the distribution of DEN virus in mosquito body among DEN virus-infected mosquitos and uninfected mosquitos. Methods : The research was a quasi-experimental study with posttest-only design with control group. The research was done on 53 second-generation female Aedes aegypti mosquitos which are divided into two groups. Between the 2 groups we observed the transovarial transmission distribution with immunocytochemistry method, Streptavidin Biotin Peroxidase Complex (SBPC), in mosquitos aged 1-7 days. The results were then analyzed with Fisher formula. Results : The results obtained was 100% of the DEN virusinfected mosquitos and 85.7% of uninfected mosquitos carrying DEN virus transovarially into next generation. The virus was evenly distributed from day 1 to 7 in brains, thorax, salivary gland, gastric epithelial cells, and ovarium of the infected mosquitos, while in uninfected mosquitos the distribution was uneven. Conclusion : There was no difference in next mosquito generation’s transovarial infection among DEN virus-infected and uninfected Aedes aegypti mosquitos.
Kata Kunci : Nyamuk Aedes aegypti, virus Dengue, transmisi transovarial, metode imunohistokimia Streptavidin Biotin Peroxidase Complex (SBPC)