Laporkan Masalah

FILTER PELOLOS INFRAMERAHBERBAHAN FILM SELULOID UNTUK TERMOGRAFI

Umi Pratiwi, Prof. Dr. Kusminarto

2013 | Tesis | S2 Ilmu Fisika

Pencitraan termal atau termografi telah digunakan secara luas dalam dunia industri seperti halnya pada bidang medis. Berdasarkan prinsip-prinsip termografi, Radiasi yang keluar dari permukaan sebuah obyek merupakan sebuah fungsi temperatur menurut persamaan Stefan-Boltzmann. Pencitraan inframerah untuk menghasilkan termogram diperlukan kamera khusus seperti kamera inframerah, sehingga diperlukan filter inframerah. Filter inframerah harus memiliki kemampuan tinggi dalam mentransmisi radiasi IR tetapi mempunyai kemampuan rendah dalam menekan sinar tampak. Penelitian ini menggunakan filter pelolos IR berbahan film warna 35 mm dengan spesifikasi ISO 200/24o. Film dipasang di depan sebuah kamera analog Yasica FX-3 dan dipapar menggunakan dua sumber cahaya yang berbeda yakni sebuah lampu pijar dan lampu sodium dengan 10 variasi intensitas. Kamera dipasang dengan shutter speed of 1/1000 s dan diafragma 5.6. Kemudian film dicuci secara kimia menggunakan obat pengembang. Film seluloid hasil pembakaran (20 sampel) kemudian dikarakterisasi sebagai filter pelolos IR menggunakan spektrometer UV-VIS dan inframeraah (FTIR). Film seluloid yang sama diuji sebagai filter optis pelolos inframerah menggunakan kamera digital, untuk mengambil gambar setrika panas, lampu pijar dan solder panas di dalam ruang gelap. Intensitas dan spektrum cahaya pemaparan mempengaruhi kemampuan filter mentransmisi radiasi IR tetapi tidak mempengaruhi kemampuannya menekan cahaya UV-VIS. Dalam pencitraan objek panas, peralatan kamera digital dengan filter IR tidak menunjukkan karakter yang baik karena hot mirror kamera digital tidak dilepas.

Kata Kunci : termografi, filter pelolos inframerah, film seluloid, spektrum inframerah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.