Laporkan Masalah

EVALUASI DIRI PERILAKU PROFESIONAL DI INSTITUSI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN GUNA BANGSA YOGYAKARTA

WIDURI, Prof. Dr. Amitya Kumara, MS

2013 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran

Latar belakang: Dunia pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, karena merupakan lingkungan tempat berlangsungnya proses pembentukan perilaku profesional melalui serangkaian proses belajar mengajar. Perilaku profesional harus dilihat dengan jelas sebagai aspek identitas pribadi dan karakter yang berkembang sepanjang waktu. Berdasarkan hal tersebut, fokus profesionalisme mulai bergeser dari individu ke lembaga dan dinyatakan bahwa profesionalisme harus ditanamkan dalam institusi pendidikan dengan integrasi lengkap dari budaya profesionalisme yang melibatkan pimpinan, karyawan, dosen, dan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku profesional di institusi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Guna Bangsa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa yang ditentukan dengan accidental sampling. Instrumen wawancara meliputi altruism, honor and integrity, caring and compassion, respect for others, responsibility and accountability, excellence and scholarship, dan leadership. Narasumber pada pengambilan data focused group discussion (FGD) sebanyak 10 orang dan pada pengambilan data wawancara sebanyak 21 orang. Upaya pencapaian kredibilitas dilakukan melakukan triangulasi informan dan diskusi dengan sejawat. Peran pembimbing penelitian sebagai auditor menjaga derajat kebergantungan dan kepastian penelitian. Hasil: Narasumber menilai bahwa dosen, karyawan, mahasiswa dan pimpinan telah melakukan bimbingan dengan baik, integritas tinggi, komunikasi baik, saling menghormati, tanggung jawab dan memberikan keteladanan. Akan tetapi, beberapa komponen perilaku masih membutuhkan perbaikan seperti tingkat kedisiplinan dosen, pembagian tugas karyawan, kedisiplinan dan tanggung jawab mahasiswa, dan pola kepemimpinan atasan. Kesimpulan: Masih adanya beberapa komponen perilaku profesional yang memerlukan perbaikan menuntut institusi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran diri terhadap perilaku profesional. Institusi perlu memikirkan strategi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh institusi untuk mewujudkan perilaku profesional.

Background: Education world has a very important role in improving the quality of human resources, as it is the environment in which the process of the formation of professional behavior through a series of teaching and learning process. Professional behavior should be clearly seen as an aspect of personal identity and character developed over time. Based on this, the focus of professionalism began to shift from individual to the institution and stated that professionalism must be embedded in an educational institution with a complete integration of the culture of professionalism that involves the institution leader, staffs, lecturers, and students. The purpose of this study is to investigate the professional behavior of the institution of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Guna Bangsa Yogyakarta. Methods: This study is a descriptive qualitative research. Subjects were the institutional leader, lecturers, staffs and students are determined by purposive sampling. Interview instruments include altruism, honor and integrity, caring and compassion, respect for others, responsibility and accountability, excellence and scholarship, and leadership. Participant at the data collection focused group discussion (FGD) is 10 persons and on interview data collection is 21 persons. Efforts to achieve the credibility of the informant are done by triangulation and discussions with colleagues. Research supervisor role as auditors, maintain dependency and certainty degree of this research. Results: Participants considered that the lecturers, staffs, students and institutional leader have done with the guidance of a good, high integrity, good communication, mutual respect, responsibility and provide exemplary. However, some behavioral components still require improvement such as the level of lecturers’ discipline, staffs’ job and responsibility distribution, student discipline and responsibility, and supervisor leadership patterns. Conclusion: As there are still some components of professional behavior that needs any improvement, requires institutions to increase selfunderstanding and awareness to professional behavior. Institutions need to consider any strategies to be taken to overcome any problems faced by the institution to achieve professional behavior.

Kata Kunci : perilaku profesional, profesionalisme


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.