Laporkan Masalah

STRATEGI PENYELENGGARAAN FUNGSI INTERNAL KOTA MEKKAH SEBAGAI TUJUAN IBADAH HAJI DUNIA

FAUZI AHMAD, Ir. Gunung Radjiman, M.Sc.

2013 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kota Mekkah di Arab Saudi sebagai satu-satunya penyelenggara ibadah haji dan umroh di dunia mengalami pertumbuhan sangat pesat. Hal paling dominan yang mempengaruhi pertumbuhan ini adalah semakin meningkatnya jumlah jama’ah haji dan umroh setiap tahun. 2001 hingga 2010 terdapat peningkatan dari 11,9 juta menjadi 2,7 juta peziarah, dengan 1,8 juta di antaranya berasal dari luar Arab Saudi. Kota ini secara fungsi eksternal terdapat kecenderungan melakukan perubahan wajah ruang di sekitar tempat-tempat ziarah terutama peningkatan pembangunan permukiman dan infrastruktur agar pelayanan terhadap jama’ah. Dominannya Di sisi lain penyelenggaraan fungsi internal yakni pelayanan pada warga kotanya sendiri harus terus dilakukan. Dalam skripsi ini, peneliti menggunakan metode Analisis Isi (Content Analysis) yang mengandalkan teks dari berbagai sumber sebagai acuan utama data penelitian. Analisis Isi berusaha memahami data bukan sebagai kumpulan peristiwa fisik, tetapi sebagai gejala simbolik untuk mengungkap makna yang terkadang dalam sebuah teks, dan memperoleh pemahaman terhadap pesan yang direpresentasikan. Unit amatan dalam penelitian ini meliputi buku, makalah, jurnal, presentasi, video, dan sumber-sumber lain yang didapat melalui situs internet. Implikasi dari aktivitas haji dan umroh membuat kota Mekkah berkembang menjadi 3 (tiga) fase, yakni fase nukleus (sebelum tahun 1955), fase pertumbuhan cepat (1955-1986) dan fase pertumbuhan sedang (1955-2011). Dalam ketiga fase tersebut, terlihat bahwa prioritas utama pembangunan didahulukan untuk melayani para jama’ah haji dan umroh di pusat kota (sekitar Masjidil Haram) sehingga membuat penduduk asli kota berpindah ke pinggiran (periferi). Hal ini menyebabkan munculnya daerah permukiman baru seperti Syarai’ di timur, Batha Quraisy di selatan, dan Ummul Jud di barat. Prioritas pemerintah Arab Saudi yang mengutamakan penyelenggaraan fungsi eksternal menyebabkan beberapa masalah dalam penyelenggaraan fungsi internal, yakni: (1) mahalnya harga lahan di pusat kota; (2) belum meratanya layanan infrastruktur dan layanan publik di seluruh kota; (3) banjir; (4) kemacetan saat musim haji dan Ramadhan; (5) kurangnya taman rekreasi dan ruang terbuka hijau; dan (6) masalah lingkungan pascapuncak musim haji. Penyelenggaraan fungsi internal kota khususnya Unsur Wisma (Permukiman), Unsur Marga (Jalan dan Fasilitas Umum), Unsur Suka (Rekreasi dan Ruang Terbuka Hijau), dan Unsur Penyempurna (Utilitas Prasarana Umum) meski terus dilakukan perbaikan namun belum berjalan baik, khususnya di pusat kota. Penyelenggaraan keempat unsur fungsi internal kota ini baru terlihat baik di daerah ring II dan III (menjauhi pusat kota) dimana konsentrasi permukiman berada. Namun perlu dicatat, Unsur Karya (Kegiatan Usaha dan Pelayanan Ekonomi) menjadi satu-satunya unsur penyelenggaraan fungsi internal kota yang mendapat dampak positif akibat aktivitas haji dan umroh dibanding unsur-unsur lainnya. Strategi pemerintah Arab Saudi untuk mengintegrasikan kedua fungsi kota tersebut dilakukan dengan penyelenggaraan fungsi eksternal sebaik-baiknya agar dapat digunakan oleh warga kota. Fasilitas dibangun agar penyelenggaraan haji dan umroh berjalan dengan baik sekaligus digunakan warga kota di luar musim haji.

Mecca City in Saudi Arabia as the only one Hajj and Umrah organizer city in the world is showing very rapid growth. Dominant thing that affects this growth is the increasing number of hajj pilgrims and umra every year. Between 2001 and 2010 there was an increase from 11.9 million to 2.7 million pilgrims, with 1.8 million of them came from outside Saudi Arabia. Have duty to host this external function, Mecca has a tendency to change the face of space around the shrines notably increasing settlement construction and infrastructure for service pilgrims. On the other hand, the implementation or service of the internal functions to the citizens have to be provided. In this thesis, the researcher uses content analysis methods that rely on text from various sources as the main reference data. Content analysis attempts to understand the data not as a collection of physical events, but as a symbolic phenomena to uncover the meaning in a text that sometimes gain an understanding of the message is represented. The observation unit in this research came from books, papers, journals, presentations, videos, and other resources obtained through the internet site. Implications of hajj and umrah activities made Mecca City developed into three (3) phases. These are nucleus phase (before 1955), the rapid growth phase (1955 to 1986) and medium growth phase (1955-2011). In the third phase, it could be seen that the main development priorities are to serve the hajj pilgrims and umrah in the city center (around the Grand Mosque) then affected the native to move to periphery. This conditions created new residential areas such as Syarai 'in the east, Batha Quraish in the south, and Umm al-Jud in the west. Saudi Arabian government priorities external functions that cause some problems in the implementation of internal functions: (1) the high price of land in the city center, (2) infrastructure services and public services around the city, (3) flood, (4 ) traffic jam during the hajj season and Ramadhan, (5) lack of recreation parks and green space, and (6) environmental issues after hajj season. Implementation of internal functions like Housing Elements, Road Element, Recreation Elements, and Utilities Elements have some improvement but has not been going well, especially in the city center . Implementation of four elements above look good in the 2nd ring and 3rd ring (away from downtown) where the concentration of settlements are located. However, it should be noted that Economic Elements is the only internal function element that gets a positive impact from activities of hajj and umrah better than other elements. Saudi Arabia's government strategy to integrate these two functions are carried out by maximum organizing external functions that these facilities can be used by city residents. Facilities built to organize hajj and umrah, then used by city residents outside the pilgrimage season.

Kata Kunci : fungsi internal, Mekkah, haji, umroh, integrasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.