Penentuan Harga Obligasi Callable dengan Suku Bunga Black Derman Toy Menggunakan Pohon Binomial
HELIDA HAERINI, Yunita Wulan Sari, S.Si., M. Sc.
2013 | Skripsi | STATISTIKASuku bunga mempunyai peran penting dalam penentuan harga aset finansial, salah satunya adalah obligasi. Obligasi callable merupakan obligasi yang memberikan hak kepada penerbit untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut. Digunakan metode pohon binomial dalam megestimasi harga obligasi. Untuk tingkat bunga yang konstan, tidaklah sulit untuk menentukan harga obligasi. Akan tetapi pada kenyataannya, pergerakan tingkat bunga berubah-ubah secara tidak pasti dan merupakan proses stokastik sehingga untuk mengamatinya diperlukan suatu model tingkat bunga stokastik. Dalam skripsi ini, digunakan suku bunga acuan model faktor tunggal dengan asumsi no-arbitrage yang dikembangkan pada tahun 1990 oleh Fischer Black, Emanuel Derman, dan William Toy dan diasumsikan bahwa suku bunga berdistribusi lognormal, yaitu suku bunga Black Derman Toy (BDT). Dalam suku bunga BDT digunakan bisection method untuk mencari nilai drift. Suku bunga BDT juga memasukkan unsur mean reversion di dalamnya. Pada penentuan pohon binomial, dilakukan pemodelan suku bunga terlebih dulu secara maju dan selanjutnya secara mundur dalam menentukan harga obligasi.
Interest rate has an important role in the pricing of financial assets, one of them is a bond. Callable bond is a bond that gives the issuer the right to buy back the bonds at a certain price over the life of the bonds. In estimating bond pricing used binomial tree. For a constant interest rate, it is not difficult to determine the bond price. But in fact, interest rates move up and down uncertainy and it is a stochastic process. So to observe the stochastic process, needed interest rate stochastic model. In this thesis, used single factor interest rate model that developed in 1990 by Fischer Black, Emanuel Derman, and William Toy and assumed that short rate has a lognormal distribution and has no-arbitrage assumption. That model is Black Derman Toy (BDT) short rate model. BDT short rate model used in the bisection method to find the value of drift. BDT short rate model also incorporate mean reversion in it. In determining the binomial tree, the interest rate is modeled forward first, and then backwards in determining bond prices.
Kata Kunci : suku bunga, obligasi callable, Black Derman Toy, bisection method, pohon binomial