Laporkan Masalah

ANALYSIS OF PASSENGER TERMINAL CAPACITY IN ADI SOEMARMO INTERNATIONAL AIRPORT, BOYOLALI, CENTRAL JAVA PROVINCE

NUR FITRIANA SOFIATI, Prof. Ir. Sigit Priyanto, M. Sc., Ph. D.

2013 | Skripsi | TEKNIK SIPIL

Bandar udara merupakan salah satu fasilitas penting bagi sebuah wilayah. Bandar udara merupakan infrastruktur vital yang dapat menghubungkan satu wilayah dengan wilayah yang lainnya. Dengan adanya Bandar udara, dapat membuka peluang untuk kemajuan perekonomian wilayah setempat. Bandar udara juga merupakan sebuah potensi untuk dapat menarik orang-orang datang berkunjung ke suatu wilayah. Solo merupakan sebuah kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah, yang dekat dengan Bandara Internasional Adi Soemarmo. Dengan lokasi bandara yang tidak jauh dari Solo, membuka peluang untuk menghubungkan kota ini dengan wilayah lainya. Dengan berkembangnya kota-kota di sekitar bandara akan mempengaruhi perkembangan bandara tersebut untuk ke depannya . Penelitian ini menggunakan metode JICA (Japan International Cooperation Agency) untuk menganalisis luas terminal penumpang baik terminal domestik maupun internasional dan metode IATA (International Air Transport Association) untuk mengevaluasi kebutuhan ruang pada fasilitas-fasilitas yang terdapat di terminal bandara. Prakiraan jumlah penumpang pada masa depan juga dilakukan sebagai antisipasi untuk pengembangan bandara ini di masa mendatang. Hasil dari penelitian ini, diketahui bahwa berdasarkan standar JICA, luas terminal penumpang domestic adalah 6,725.90 m2 sedangkan luas terminal eksistingnya adalah 5,916.02 m2. Untuk terminal internasional berdasar standar JICA luasnya adalah 2,586.68 m2 dan luas eksistingnya adalah 4,336.31 m2. Untuk analisis kebutuhan ruang dengan metode IATA, diperoleh 8 dari 19 fasilitas yang ada telah memenuhi standar untuk terminal domestik, dan 14 dari 19 fasilitas telah memenuhi standar untuk terminal internasional. Terminal domestik Bandara Adi Soemarmo terlah mengalami kejenuhan pada tahun 2013, namun untuk terminal internasionalnya dalam 20 tahun mendatang belum akan mengalami kejenuhan berdasarkan perhitungan sekarang.

Airport is an important facility for a region. It is a vital infrastructure which can connected the region to other regions. It can open opportunity of economic welfare. Airport is also a potency which can attract people to come and visit the region. Solo as one of emerging small medium-sized cities located in Central Java Province, is realizing the position of Adi Soemarmo International airport which is near. It is a potency to make the city become connected. The development of the city surrounds will influence the development of the airport. The analysis was carried out using formulas from JICA (Japan International Cooperation Agency) for the airport terminal capacity and IATA (International Air Transport Association) to evaluate the existing passenger terminal facilities. The forecast of the passenger is also examined in order to anticipate the development of the airport. The result shows that domestic terminal capacity according to JICA is 6,725.90 m2 and the existing domestic terminal is 5,916.02 m2. The international terminal based on JICA is 2,586.68 m2 and the existing condition is 4,336.31 m2. According to IATA, for domestic terminal, 8 facilities out of 19 and for international terminal, 14 facilities out of 19 fulfill the IATA requirements. Domestic terminal of Adi Soemarmo airport has already faced the saturated condition in 2013. International terminal of Adi Soemarmo airport will not face the saturated condition until next 20 years.

Kata Kunci : bandara, penumpang bandara, terminal penumpang bandara, fasilitas terminal bandara, JICA, IATA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.