PROFESIONALISMA DAN INDEPENDENSI AUDITOR DALAM RERANGKA TEORI KOGNITIF SOSIAL
F. Reni Retno Anggraini, SE.,M.Si.,Akt., Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc.
2013 | Disertasi | S3 Ilmu AkuntansiSkandal-skandal audit (misal: Enron dengan Arthur Andersen, Bank Summa dengan Kantor Akuntan Publik Andersen) telah menimbulkan keraguan publik terhadap independensi auditor. Independensi auditor di Indonesia menjadi isu yang menarik untuk diteliti karena tingkat penegakan hukum yang lemah dan struktur kepemilikan terkonsentrasi di Indonesia (LaPorta et al., 1999; Siregar, 2006) mengakibatkan posisi auditor menjadi sangat lemah di hadapan teraudit. Hal ini memunculkan ide untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi independensi auditor di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profesionalisma auditor, konteks kerja, dan kekhawatiran mendapat sanksi profesional pada independensi auditor di Indonesia dalam rerangka teori kognitif sosial. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda survei berbasis skenario yang dilakukan di Jakarta, Surabaya, Semarang, Denpasar, dan Yogyakarta. Kuesioner yang disebarkan sejumlah 350 buah dan hanya 207 kuesioner yang dikembalikan dan diisi lengkap. Terakhir, hanya terdapat 186 kuesioner (83 kuesioner dari auditor di KAP non-big 4 dan 103 kuesioner dari auditor di KAP big 4) yang layak menjadi sampel penelitian. Pengujian dilakukan dengan analisis regresi berganda dan t-independent samples test. Hasil penelitian menunjukkan independensi dan profesionalisma auditor di KAP big 4 lebih rendah dibandingkan auditor di KAP non big 4 dan profesionalisma berpengaruh positif signifikan pada independensi auditor. Selain itu, kekhawatiran mendapat sanksi profesional berpengaruh positif pada independensi auditor. Akan tetapi, pengaruh ini melemah ketika profesionalisma auditor tinggi. Hal ini berarti, profesionalisma dan kekhawatiran mendapat sanksi profesional bersifat substitusi dan tidak saling menguatkan untuk mendukung independensi auditor.
Audit scandals (e.g. Enron with Arthur Andersen, Bank Summa with Arthur Andersen) influenced public distrust about auditor independence. Auditor independence in Indonesia is interested issue because low law enforcement and concentrated ownership structure (LaPorta et al., 1999; Siregar, 2006) causes weak auditor position. It inspires researcher to examine factors which influence auditor independence. So, the objective of this research examines the effect of professionalism, work context, and auditor’s concern to professional sanction risk to auditor independence in cognitive social theory framework. This research uses scenario-based survey and the questionaires send to auditor at Jakarta, Surabaya, Semarang, Denpasar dan Yogyakarta. There are 350 questionaires and 207 quetionaires is returned. Finally, there are 186 questionaires which fulfill the requirements (83 questionaires from auditor in nonbig 4 firms and 103 questionaires from auditor in big 4 firms). The analysis uses multiple regression analysis and t-independent sample test. This research finds the level of auditor independence and professionalism in big 4 firms are lower than in non big 4 firms. It also shows that professionalism has positive effect on auditor independence. Then, auditor’s concern to professional sanction risk also has positive effect on auditor independence. But, this effect is weak in high professionalism. It means professionalism and auditor’s concern to professional sanction risk are not complement but substitution each other.
Kata Kunci : profesionalisma auditor, independensi auditor, konteks kerja, kekhawatiran mendapat sanksi profesional