MODEL KUNJUNGAN RUMAH SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN KEDOKTERAN KELUARGA PADA MAHASISWA TAHAP SARJANA KEDOKTERAN
ELDA NAZRIATI, dr., M.Kes, Prof. Dr. dr. KRT. Adi Heru Husodo, M.Sc.,D.Com.Nut.DLSHTM
2013 | Disertasi | S3 Kedokteran UmumLatar belakang: Institusi pendidikan di seluruh dunia menghadapi tantangan untuk membuat kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Awal tahun 1963 WHO merekomendasikan agar setiap fakultas kedokteran memberikan kesempatan pada mahasiswa, untuk berlatih dalam setting keluarga untuk meningkatkan standar layanan kesehatan keluarga. Ilmu kedokteran keluarga merupakan disiplin ilmu yang berbasis komunitas, tetapi implementasi pembelajaran kedokteran keluarga dalam setting komunitas masih banyak menghadapi tantangan. Tujuan: Merancang model kunjungan rumah dan mengetahui dampak positif model kunjungan rumah sebagai metode pembelajaran kedokteran keluarga pada mahasiswa tahap sarjana kedokteran. Metode: Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah membuat model kunjungan rumah dan tahap kedua mengevaluasi dampak model kunjungan rumah sebagai metode pembelajaran kedokteran keluarga. Penelitian diakukan di FKUR dengan subyek penelitian 110 orang mahasiswa semester enam. Penelitian ini menggunakan rancangan posttest only control group design untuk membandingkan dampak metode pembelajaran kedokteran keluarga pada kelompok yang menggunakan model kunjungan rumah dan kelompok yang menggunakan kombinasi ceramah dan latihan komunikasi di skills lab. Sampel secara random permutted block dikelompokkan menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Validasi model dilakukan melalui wawancara ekspert, dan FGD. Luaran penelitian dinilai menggunakan kuesioner kepuasan mahasiswa, tes keterampilan komunikasi, dan tes menyusun rencana pengelolaan pasien yang diuji dengan independent t test dan uji mann whitney, analisis kuantitatif ditunjang dengan analisis kualitatif. Hasil: Kepuasan mahasiswa metode kunjungan rumah lebih tinggi dari pada kelompok kontrol (p<0.05), data kualitatif mendukung hipotesis kuantitatif. Nilai keterampilan komunikasi dokter-pasien dengan pendekatan kedokteran keluarga tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna pada kedua kelompok studi (p> 0.05),tetapi data kualitatif menunjukkan dampak positif model kunjungan rumah terhadap keterampilan komunikasi pada mahasiswa. Nilai kemampuan menyusun rencana pengelolaan pasien dengan pendekatan kedokteran keluarga pada mahasiswa kelompok kunjungan rumah lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan kelompok control (p<0.05), data kualitatif mendukung hipotesis kuantitatif. Tema-tema yang terkait kunjungan rumah meliputi kelebihan metode kunjungan rumah, kelebihan komunikasi pada metode kunjungan rumah, manfaat pengalaman belajar dengan kunjungan rumah, metode kunjungan rumah cukup feasible, dan tantangan dalam pelaksanaan kunjungan rumah. Simpulan: Penelitian menunjukkan bahwa kunjungan rumah dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa dan kemampuan merencanakan pengelolaan pasien dengan pendekatan kedokteran keluarga pada mahasiswa tahap sarjana kedokteran
Background: Educational institutions around the the world have been increasingly confronted with challenge of making their curricula relevant to the needs of community. It recommended that every medical school provide opportunities for students to train in family settings (WHO, 1963). Family medicine is a community-based discipline, but implementation of family medicine teaching in community settings are still many challenges. Purpose: The purpose of this research was designing a model of home visits and knowing positive impact of home visits as a learning method of family medicine at the medical school preclinical students. method: The research was conducted in two stages, the first stage is to create a model home visits and the second phase to test the impact of home visits as a learning method of family medicine. Research was implemented in Faculty of Medicine Riau University, the study subjects were 110 students of sixth semester. The study used a posttest only control group design to compare the impact of teaching methods of family medicine in the group using home visits model and group using a combination of lecture and lab exercises communication skills. Samples were randomly permutted block divided into experimental group and the control group. Model was validated by interview with the expert and focus groups discussion. Output of the research was assessed using a questionnaire student satisfaction, communication skills test, and a plan management test of patients who were tested with independent t test and Mann whitney test. quantitative analysis supported by qualitative analysis. Results: Student satisfaction of home visits model is higher than the control group (p <0.05), qualitative data also support the hypothesis. The doctor-patient communication skills of family medicine approach showed no significant difference in the two study groups (p> 0.05), but the qualitative data showed positive impact in communication skills of the home visit group. The ability to plan management of patients with a family medicine approach to home visits groups was significantly higher compared with the control group (p <0.05), qualitative data also support the hypothesis. Several themes related to home visits were the advantages of home visits as a learning method ; the advantages of communication with home visit model; the benefits of the learning experiences through home visits, the feasibility of the home visit method, and the challenges in the implementation of home visit. Conclution: the research showed that home visits improve students satisfaction and students ability in planning patiens management with family medicine approach for preclinical students.
Kata Kunci : kunjungan rumah, kedokteran keluarga, tahap sarjana