Laporkan Masalah

PERANCANGAN LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN BNA BLEND 75:25:10R PADA CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPHALT

ayu kusuma halim, Dr. Ir. Latif Budi Suparma, M.Sc

2013 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Meningkatnya pertumbuhan lalu lintas yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan terjadinya kerusakan dini perkerasan jalan, maka diperlukannya suatu inovasi untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya yaitu dengan menggunakan aspal modifikasi. Aspal modifikasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa aspal BNA blend 75:25:10R menggunakan campuran Split Mastic Asphalt (SMA), dimana campuran SMA merupakan campuran yang memiliki karakteristik yang baik untuk lalulintas padat dan mempunyai stabilitas yang tinggi. Diharapkan dalam penelitian ini Aspal BNA blend 75:25:10R dapat memiliki karakteristik bahan aspal yang baik sehingga dapat menggantikan aspal konvensional. Penelitian dilakukan dengan membuat benda uji campuran Split Mastic Asphalt (SMA) menggunakan Aspal BNA Blend 75:25:10R dan Aspal Pertamina AC 60/70 sebagai aspal kontrol, dengan variasi kadar aspal yang sama pada masing-masing jenis aspal, sebanyak 6 variasi kadar aspal yaitu 6%, 6,5%, 7%, 7,5% dan 8%. Pengujian yang dilakukan berupa pengujian Marshall standart, Marshall Immersion test dan Indirect tensile Strength (ITS). Kadar aspal optimum campuran SMA untuk Aspal BNA Blend 75:25:10R sebesar 7,6% sedangkan untuk aspal pertamina AC 60/70 sebesar 7%. Penggunaan aspal BNA Blend 75:25:10R pada campuran SMA menyebabkan nilai kepadatan, VMA, VFWA, IKS, stabilitas dan MQ lebih tinggi dibandingkan aspal pertamina AC 60/70, sedangkan untuk VITM dan kelelehan lebih rendah dibandingkan aspal pertamina AC 60/70. Sedangkan nilai Tensile Strength Ratio yang dihasilkan aspal BNA Blend 75:25:10R adalah 83,8397% lebih rendah dibandingkan aspal pertamina AC 60/70 yaitu sebesar 86.1347%.

Recently the increase in traffic growth causes premature damage to pavement, then the need for an innovation to overcome these problems, one of which is by using modified asphalt. Modified asphalt used in this study research is a blend of asphalt BNA 75:25:10R uses a mixture Split Mastic Asphalt (SMA), which is a mixture of high school that has a mix of good characteristics for dense traffic and have high stability. Expected in this study Asphalt blend BNA 75:25:10 R can have the characteristics of a good asphalt material that can replace conventional asphalt. The study research was conducted by making specimen mix Split Mastic Asphalt (SMA) using BNA Blend 75:25:10R Asphalt and Pertamina Asphalt penetration 60/70 as asphalt control, with variations on the same asphalt content of each type of asphalt, as much as 6 levels of variation asphalt is 6%, 6.5%, 7%, 7.5% and 8%. Testing was done by Marshall standard, Marshall Immersion Test and Indirect tensile strength test (ITS). Optimum bitumen content of asphalt mixtures SMA with BNA Blend 75:25:10R is 7.6% while for asphalt pertamina penetration 60/70 is 7%. The use of asphalt BNA Blend 75:25:10R at SMA mixture causes the value of density, VMA, VFWA, IKS, stability and MQ are higher than pertamina asphalt AC 60/70, while for VITM and flow are lower than asphalt pertamina AC 60/70. And the value of the resulting Tensile Strength Ratio (TSR) BNA Blend 75:25:10R asphalt is 83.8397% lower than asphalt pertamina AC 60/70 that is 86.1347%.

Kata Kunci : Aspal BNA blend 75:25:10R, Aspal Pertamina AC 60/70, Split Mastic Asphalt, Marshall, ITS


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.